Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bu Sri Mulyani, Begini Ramalan Ekonomi Kuartal II/2021 jika Kasus Covid-19 Terus Pecah Rekor

Penyebaran virus corona membuat sejumlah pembatasan harus dilakukan.
Maria Elena
Maria Elena - Bisnis.com 27 Juni 2021  |  19:32 WIB
Sri Mulyani mempromosikan buah dan kopi lokal Indonesia. - Instagram @smindrawati
Sri Mulyani mempromosikan buah dan kopi lokal Indonesia. - Instagram @smindrawati

Bisnis.com, JAKARTA - Kasus Covid-19 terus mengalami peningkatan selama dua minggu terakhir. Per hari ini (27/6/2021), kasus positif Covid-19 kembali meningkat sebanyak 21.342 orang.

Peningkatan kasus Covid-19 yang terus terjadi diperkirakan akan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi pada kuartal II/2021 yang ditargetkan pemerintah mencapai 7,1 hingga 8,3 persen.

Apalagi, pemerintah telah memberlakukan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Mikro diperketat mulai 22 Juni hingga 5 Juli 2021 untuk menekan kenaikan kasus.

Kepala Ekonom BCA David Sumual memperkirakan pertumbuhan ekonomi pada kuartal II/2021 akan di bawah estimasi pemerintah. Dia memperkirakan ekonomi nasional hanya di angka 6 persen.

Sementara berdasarkan skenario optmis, pertumbuhan ekonomi pada periode tersebut menurutnya masih dapat mencapai 7 persen.

“Untuk kuartal II [PPKM Mikro] tidak akan banyak berpengaruh karena pembatasan diperketat baru mulai pertengahan Juni. Mungkin akan lebih berpengaruh di kuartal III jika pengetatannya berlanjut lebih lama dari perkiraan,” katanya kepada Bisnis, Minggu (27/6/2021).

Skenario lebih pesimis disampaikan oleh Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Mohammad Faisal. Dia memprediksi ekonomi pada kuartal kedua hanya akan tumbuh sekitar 4 persen.

“Karena pengetatan PPKM mikro baru diterapkan di akhir Juni jadi efek ke kuartal II tidak terlalu besar, tapi saya prediksi dari yang awalnya akan tumbuh pada kisaran 4-5 persen menjadi 4 persen,” katanya.

Faisal mengatakan dampak dari pengetatan PPKM mikro baru akan terlihat pada kuartal III/2021. Pengetatan PPKM mikro pun menurutnya akan dilanjutkan lagi setelah 5 Juli 2021 karena dibutuhkan waktu yang lebih lama untuk menurunkan angka kasus Covid-19.

“Jika diperpanjang hingga 1 bulan atau lebih, bisa mengkoreksi pertumbuhan di kuartal III. Tapi, saya yakin tidak akan sampai negatif,” jelasnya.

Menurutnya, pemerintah pun perlu bersiap jika skenario pengetatan PPKM mikro diperpanjang, misalnya dengan menambah bantalan sosial bagi masyarakat kelas menengah ke bawah dan sektor-sektor yang paling terdampak Covid-19.

“Sektor yang paling terdampak misal restoran karena ditetapkan kapasitasnya tidak boleh melebihi 25 persen. Pemerintah juga perlu memikirkan jika PPKM mikro berkelanjutan, pelaku usaha akan semakin tergerus, perlu dipikirkan stimuslus yang pas, seperti apakah perlu ada subsidi gaji atau stimulus lainnya,” tuturnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Pertumbuhan Ekonomi sri mulyani Virus Corona Covid-19
Editor : Anggara Pernando

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top