Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Sah! 6 Nota Kesepahaman Jual Beli Gas Ditandatangani, Ini Daftarnya

Penandatanganan nota kesepahaman ini sebagai bagian dari tonggak sejarah hulu migas Indonesia untuk mendukung pengembangan pabrik pupuk dan lifting minyak.
Denis Riantiza Meilanova
Denis Riantiza Meilanova - Bisnis.com 17 Juni 2021  |  16:44 WIB
Warga beristirahat di dekat monumen pompa angguk minyak tertua di daerah Minas yang masuk dalam Blok Rokan di Riau, Rabu (1/8/2018). - ANTARA/FB Anggoro
Warga beristirahat di dekat monumen pompa angguk minyak tertua di daerah Minas yang masuk dalam Blok Rokan di Riau, Rabu (1/8/2018). - ANTARA/FB Anggoro

Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arifin Tasrif mengumumkan penandatanganan enam nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) mengenai jual beli gas.

Menurutnya, penandatanganan ini sebagai bagian dari tonggak sejarah hulu migas Indonesia untuk mendukung pengembangan pabrik pupuk dan lifting minyak.

MoU pertama yang ditandatangani, yakni antara Genting Oil Kasuri Pte. Ltd. (GOKPL) dengan PT Pupuk Indonesia untuk pengembangan proyek amoniak-urea dan metanol di Bintuni. Penandatanganan ini membuktikan dukungan besar pemerintah terhadap pengembangan gas bumi di wilayah timur Indonesia, khususnya di Papua.

"Perjanjian ini akan menjamin pemanfaatan gas bumi sekitar 1,66 trillion cubic feet dari lapangan Asap, Kido, dan Merah untuk pabrik amoniak, urea, dan metanol yang didirikan oleh PT Pupuk Indonesia dan anak perusahaannya. Proyek ini akan mendorong pembangunan ekonomi regional Provinsi Papua Barat, terutama penciptaan lapangan kerja baru dan meningkatnya peluang investasi daerah," ujar Arifin dalam acara Oil And Gas Investment Day, Kamis (17/6/2021).

Proyek tersebut diperkirakan on stream pada 2025 dengan jumlah pasokan harian untuk ammonia urea adalah sebesar 112,6 MMscfd dan untuk metanol sebesar 109,3 MMscfd.

Kemudian, penandatanganan MoU juga dilakukan antara PetroChina International Jabung Ltd. (PIJL) dan PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri) untuk pengembangan proyek Pusri-3B yang diperkirakan on stream pada 2036 dengan jumlah pasokan harian 60 BBtud. 

PIJL juga menandatangani MoU dengan PT Pertamina Hulu Rokan atas pasokan gas untuk operasi steam flood di Blok Rokan dengan jumlah pasokan harian sebesar 50 BBtud yang diperkirakan on stream pada 2023.

Lebih lanjut, penandatanganan MoU antara Repsol Sakakemang B.V. dan PT Pupuk Sriwidjaja yang diperkirakan on stream pada 2024 dengan jumlah pasokan harian 38 BBtud dan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) dengan jumlah pasokan harian 15 BBtud.

Selain itu, juga dilakukan penandatanganan MoU antara Kangean Energy Indonesia (KEI) dan PT Petrokimia Gresik (PKG) yang diperkirakan on stream setelah 2027.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

lifting minyak investasi migas arifin tasrif
Editor : Zufrizal

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top