Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Sahid Jaya Optimistis Okupansi Bisa Tembus 40 Persen, Ini Strateginya

Secara keseluruhan, tingkat okupansi SHID sepanjang semester satu tahun ini berjalan berada di kisaran 50-55 persen dan bervariasi di setiap lokasi.
Rahmad Fauzan
Rahmad Fauzan - Bisnis.com 14 Juni 2021  |  18:54 WIB
Hotel Sahid Jaya Solo menyambut periode new normal dengan menawarkan paket staycation dan promo paket meeting serta event dengan menerapkan protokol kesehatan covid/19. (Foto: Istimewa)
Hotel Sahid Jaya Solo menyambut periode new normal dengan menawarkan paket staycation dan promo paket meeting serta event dengan menerapkan protokol kesehatan covid/19. (Foto: Istimewa)

Bisnis.com, JAKARTA – PT Sahid Jaya Tbk. (SHID) optimistis bisa mendongkrak tingkat okupansi tembus ke level 40 persenan pada semester II/2021. Target tersebut juga tidak akan mengubah strategi SHID dalam menghadapi bisnis perhotelan pada semester genap tahun ini.

Wakil Direktur Utama PT Sahid Jaya Tbk. Ratri Sryantoro Wakeling mengatakan langkah selanjutnya masih akan menyesuaikan langkah dengan orientasi utama perusahaan, yakni meningkatkan okupansi. Untuk itu, lanjutnya, perusahaan harus agak fleksibel dalam hal harga kamar.

Beberapa cara yang akan dilakukan perusahaan sepanjang semester II/2021, antara lain mendapatkan sebanyak-banyaknya sertifikat CHSE untuk hotel yang berada di bawah payung SHID; meningkatkan kualitas program staycation; dan menjual produk lain seperti jasa katering dan pesan-antar makan sebagai sumber pendapatan lain.

Menurut Ratri, strategi tersebut cukup efektif selama semester I/2021. Sertifikasi CHSE dinilai mampu mengamankan playing field perusahaan, sedangkan program staycation dikatakan mampu membantu okupansi hotel pada akhir pekan agar tidak semakin anjlok.

Adapun, rerata okupansi SHID pada sepanjang semester I/2021 adalah 45 persen pada pekan kerja dan 20 persen pada masa akhir pekan. "Program staycation bisa menahan angka okupansi pada akhir pekan agar tidak anjlok lebih dalam ke level 10 persenan," ujar Ratri kepada Bisnis, Senin (14/6/2021).

Secara keseluruhan, tingkat okupansi SHID sepanjang semester satu tahun ini berjalan berada di kisaran 50-55 persen dan bervariasi di setiap lokasi. Di DKI Jakarta, kata Ratri, okupansi stabil di level 35 persen, sedangkan di kota-kota kecil tingkat okupansi masih rendah, yakni 10 - 15 persen.

Kondisi tersebut dialami oleh perusahaan seiring dengan belum maksimal operasional hotel. Secara keseluruhan, SHID hanya mengoperasikan 70 persen kamar sejak tahun lalu. Ditambah dengan diterapkannya kebijakan-kebijakan yang masih membatasi pergerakan wisatawan sebagai langkah penanganan pandemi Covid-19.

Dia berharap stimulus restrukturisasi utang perbankan bisa tetap dilanjutkan pada masa yang akan datang karena bisnis perhotelan belum pulih secara penuh.

Untuk semester II/2021, SHID menargetkan tingkat okupansi bisa tumbuh 20 - 30 persen dari periode yanv sama tahun sebelumnya. Perusahaan, jelasnya, cukup yakin dengan target tersebut karena sudah memahami apa yang harus dilakukan setelah belajar dari tahun lalu.

"Jadi dari okupansi 30.5 persen pada semester II tahun lalu, kami harapkan bisa tumbuh 20-30 persen agar mendekati 40 persen. Namun, banyak juga kemungkinan bahwa tiba-tiba ada kebijakan yang membatasi pergerakan massa. Itu yang akan mendisrupsi strategi kami," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

hotel sahid okupansi hotel Covid-19
Editor : Amanda Kusumawardhani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top