Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Mulia Boga (KEJU) Optimistis Penjualan Naik, Begini Strateginya

Utilisasi pabrik PT Mulia Boga Keju Tbk. saat ini masih 60 persen tetapi diharapkan akan terus meningkat, seiring dengan inovasi produk baru yang inovatif serta harga yang kompetitif.
Ipak Ayu
Ipak Ayu - Bisnis.com 11 Juni 2021  |  16:30 WIB
Beberapa portofolio produk keju merek Prochiz yang diproduksi oleh PT Mulia Boga Raya Tbk. (KEJU) / prochiz.com
Beberapa portofolio produk keju merek Prochiz yang diproduksi oleh PT Mulia Boga Raya Tbk. (KEJU) / prochiz.com

Bisnis.com, JAKARTA — Produsen keju, PT Mulia Boga Raya Tbk. (KEJU) optimistis kinerja tahun ini akan semakin baik ditopang dengan strategi peluncuran sejumlah produk baru.

Direktur Utama Mulia Boga Raya Bobby K. Gandasaputra mengatakan dalam merilis produk baru perseroan akan mengutamakan tiga prinsip yaitu inovatif, affordable, dan kompetitif. Dengan begitu, tren peningkatan penjualan keju perseroan dapat terjaga setiap tahunnya.

"Tahun ini kami optimistis penjualan akan terus membaik karena juga didukung perluasan jaringan distribusi produk dg sinergi bersama Garudafood sehingga memudahkan konsumen dalam memberi produk kami baik offline maupun online," katanya kepada Bisnis, Jumat (11/6/2021).

Bobby mengemukakan meski secara utilisasi pabrik saat ini masih 60 persen tetapi diharapkan akan terus meningkat, seiring dengan inovasi produk baru yang inovatif serta harga yang kompetitif.

Selain itu, tahun ini emiten dengan sandi saham KEJU ini menargetkan belanja modal sebesar Rp50 miliar yang akan digunakan untuk pengembangan sistem informasi teknologi dan infrastruktur logistik.

Di pasar ekspor, Bobby menyebut belum memiliki rencana untuk masuk pada pasar negara yang baru dan akan lebih fokus pada pasar yang sudah ada. Saat ini porsi penjualan ekapor masih di level 10 persen dengan tiga negara yang disasar Malaysia, Thailand, dan Filipina.

"Prinsipnya tahun ini kami akan fokus dalam menghasilkan produk baru serta memperluas jaringan distribusi produk kami di offline maupun online," ujarnya.

Adapun pada tahun lalu, meski baru saja memasuki tahun pandemi pun tak menghalangi perseroan menciptakan varian baru yakni keju Prochiz Quick Melt.

Bobby mengatakan Prochiz Quick Melt adalah keju cheddar olahan yang cepat meleleh cocok untuk filling dan topping di Roti, Pizza, mie instan. Keju jenis ini memberi opsi untuk konsumen dan sebagai alternatif untuk keju Mozarella. Menurutnya secara pasar Mozarella saat ini merupakan peringkat dua setelah Cheddar.

Secara keseluruhan tahun lalu perseroan mencatat kategori produk keju blok memberikan kontribusi penjualan sebesar 86,5 persen atau Rp780,4 miliar, selebihnya berasal dari kategori keju lembaran sebesar Rp106,2 miliar.

Penjualan ekspor perseroan juga meningkat signifikan di 2020 menjadi sebesar 41,7 persen atau Rp31,4 miliar dibanding tahun sebelumnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

manufaktur industri makanan dan minuman mulia boga raya
Editor : Muhammad Khadafi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top