Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Proyek Jalan Tol 2022 Sepi, Ini yang Akan Dilakukan Hutama Karya

Hutama Karya akan membidik beberapa proyek di luar spesialisasi perseroan.
Andi M. Arief
Andi M. Arief - Bisnis.com 10 Juni 2021  |  13:43 WIB
PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya) terus kebut pembangunan Jalan Tol Trans Sumatra (JTTS), salah satunya yakni Ruas Pekanbaru-Padang Seksi 1 (Padang-Sicincin) (Pacin) sepanjang 36km.   - Hutama Karya
PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya) terus kebut pembangunan Jalan Tol Trans Sumatra (JTTS), salah satunya yakni Ruas Pekanbaru-Padang Seksi 1 (Padang-Sicincin) (Pacin) sepanjang 36km. - Hutama Karya

Bisnis.com, JAKARTA —  PT Hutama Karya (Persero) akan menyasar proyek bukan jalan tol Trans-Sumatra (JTTS) pada 2022 untuk mengejar target nilai kontrak baru. Sebagian proyek yang akan diincar perseroan tahun depan merupakan proyek berskema kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU).

Sekretaris Perusahaan Hutama Karya Tjahjo Purnomo mengatakan pihaknya akan membidik beberapa proyek di luar spesialisasi perseroan, padahal Hutama Karya telah ditunjuk pemerintah sebagai perusahaan karya spesialis konstruksi jalan dan bangunan terkait.

"Hutama Karya [akan] membidik beberapa proyek strategis sesuai portofolio perusahaan seperti pembangunan bandara, bendungan, PLTU [pembangkit listrik tenaga uap], pembangunan gedung dan beberapa proyek KPBU lainnya," katanya kepada Bisnis, Kamis (10/6/2021).

Selain itu, ujar Tjahjo, konstruksi JTTS masih akan menjadi salah satu fokus utama perseroan tahun depan. Hutama Karya akan menerapkan strategi tersebut mengingat Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tidak memprogramkan konstruksi jalan tol baru pada tahun depan.

Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR Hedy Rahadian mencatat kegiatan baru yang akan dilakukan pihaknya hanya seputar pemeliharaan rutin jalan dan jembatan dan penggantian jembatan.

Kegiatan tersebut termasuk dalam program kegiatan wajib tidak terikat senilai Rp19,28 triliun atau 51,68 persen dari total pagu indikatif Ditjen Bina Marga.

"Kegiatan wajib terdiri dari preservasi jalan dan jembatan senilai Rp16,1 triliun, dukungan [pembebasan] lahan tol [senilai] Rp2 triliun, cadangan untuk penanganan bencana Rp0,36 triliun, [konstruksi] jembatan gantung [senilai] Rp0,4 triliun, dan dukungan turbinwas [peraturan, pembinaan, dan pengawasan] Rp0,42 triliun," katanya dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi V DPR, Rabu (9/6/2021).


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jalan tol hutama karya
Editor : Zufrizal

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top