Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Siap-siap, Harga Sapi Akan Naik Lebih Tinggi Jelang Iduladha

Kenaikan harga ini melanjutkan pergerakan yang telah terasa sejak Idulfitri dan cenderung lebih tinggi dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.
Iim Fathimah Timorria
Iim Fathimah Timorria - Bisnis.com 10 Juni 2021  |  01:00 WIB
Siap-siap, Harga Sapi Akan Naik Lebih Tinggi Jelang Iduladha
Pedagang memotong daging sapi di Pasar Senen, Jakarta, Senin (29/4/2019). - Antara/Aprillio Akbar
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Harga sapi hidup diperkirakan akan melanjutkan tren kenaikan jelang Iduladha yang jatuh pada Juli. Kenaikan bahkan bisa lebih tinggi dibandingkan dengan tahun lalu akibat berkurangnya populasi sapi di daerah produsen utama.

Ketua Umum Komunitas Sapi Indonesia Budiyono memperkirakan harga daging sapi hidup naik di kisaran Rp4.000–5.000 per kilogram (kg).

Kenaikan harga ini melanjutkan pergerakan yang telah terasa sejak Idulfitri dan cenderung lebih tinggi dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya ketika kenaikan jelang Iduladha hanya di kisaran Rp2.000–3.000 per kg sapi hidup.

“Kondisinya saat Idulfitri sudah mahal, maka saat Iduladha bisa lebih mahal lagi bahkan ada yang naik sampai Rp7.000 per kilogram. Apalagi populasi sapi di Jawa Timur yang merupakan lumbung sedang berkurang," kata Budiyono dalam webinar yang digelar Cattle Buffallo Club, Rabu (9/6/2021).

Dia mengemukakan kenaikan harga ini tak lepas dari minimnya pasokan sapi bakalan eks-impor dari Australia. Seiring dengan turunnya impor sapi bakalan akibat harga yang tinggi di negara asal, pemotongan sapi lokal menjadi meningkat, termasuk untuk memenuhi kebutuhan jelang Idulfitri.
 
Dia mengatakan pemotongan sapi lokal ini diikuti pula oleh aksi pemotongan sapi betina yang seharusnya digunakan untuk pengembangbiakan sapi potong. Selain untuk memenuhi kebutuhan pasar, harga sapi betina memang cenderung lebih murah. Situasi ini dikhawatirkan berlanjut sampai Iduladha.
 
Budiyono mengatakan pemotongan sapi produktif perlu diwaspadai karena bisa memicu depopulasi sapi di Tanah Air. Ancaman ini diperburuk dengan ketiadaan rumah pembibitan sapi untuk menghasilkan sapi bakalan. Cita-cita untuk mencapai swasembada pun dikhawatirkan sulit tercapai meski telah dicanangkan sejak lama.
 
“Pengembangan rumah breeding di Kalimantan dan Sumatra telah dimulai. Namun tetap belum bisa memenuhi kebutuhan bakalan di Jawa. Bahkan dari sana mengambil bakalan dari Jawa,” kata dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perdagangan daging sapi harga sapi
Editor : Muhammad Khadafi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top