Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Stok Daging Sapi Menipis, Siap-siap Harga Melonjak Saat Ramadan

Para pelaku usaha sapi potong melaporkan adanya kenaikan harga sapi bakalan impor dari Australia dan stok sapi yang makin menipis di kandang importir.
Lapak penjual daging sapi di Pasar Senen, Jakarta Pusat. / BISNIS - Dwi Rachmawati
Lapak penjual daging sapi di Pasar Senen, Jakarta Pusat. / BISNIS - Dwi Rachmawati

Bisnis.com, JAKARTA - Para pelaku usaha sapi potong melaporkan adanya kenaikan harga sapi bakalan impor dari Australia dan stok sapi yang makin menipis di kandang importir. Kondisi ini membuat harga daging sapi dalam negeri berisiko melonjak saat Ramadan dan Idulfitri 2024.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Jaringan Pemotong dan Pedagang Daging Indonesia (Jappdi) Asnawi mengatakan, adanya penyesuaian harga sapi hidup di Australia berimbas pada harga daging di tingkat rumah potong hewan (RPH) di Jabodetabek dan Bandung Raya.

Asnawi menjelaskan, produksi sapi usai El-Nino di Australia pada September-November 2023 mengalami penurunan. Apalagi adanya bencana banjir di sentra produksi ternak, kata Asnawi, telah menghambat distribusi sapi bakalan dari Australia.

"Peternak lebih banyak menahan menjual sapinya. Terjadi penjualan dengan siklus terbatas," kata Asnawi dalam keterangannya, Selasa (27/2/2024).

Dia menuturkan, fenomena yang terjadi di Australia menyebabkan kenaikan harga jual sapi hidup dari semula sekitar US$2,6 per kilogram menjadi US$3,3 per kilogram. Adapun, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat pada siang ini tercatat Rp15.651 per dolar. Dengan begitu, harga sapi hidup di Australia sekitar Rp51.648 per kilogram.

Asnawi membeberkan, ketersediaan sapi impor dari Australia yang terbatas telah menyebabkan stok sapi di kandang para importir semakin menipis. Bahkan, menurutnya, tidak sedikit pelaku usaha importir sapi bakalan mengalami gulung tikar.

Dia juga menduga adanya keterlambatan penerbitan izin impor dari Kementerian Pertanian dan Kementerian Perdagangan menjadi faktor lainnya yang menyebabkan persoalan sapi impor tersebut.

"Isu kenaikan [harga] akan terus berlanjut hingga memasuki Ramadan 12 Maret 2024 dan Hari Raya Idulfitri 10 April 2024," ungkap Asnawi.

Seorang pedagang daging di Pasar Senen, Jakarta Pusat, Damanuri mengatakan, harga daging di lapaknya saat ini berkisar Rp130.000-Rp135.000 per kilogram. Dia pun yakin betul harga daging sapi segar bakal melonjak ke level Rp140.000 per kilogram saat Ramadan yang diperkirakan jatuh pada 12 Maret 2024.

Musababnya, menurut Damanuri, harga daging di tingkat rumah potong hewan (RPH) sudah melonjak sejak 2 hari lalu. Namun, belum adanya lonjakan konsumen membuat dirinya enggan menaikkan harga daging di lapaknya saat ini. Adapun, dalam sehari, dia bisa menjual sekitar 100 kilogram daging sapi ke para pelanggannya.

"Di pasar belum ada kenaikan [harga], kita di pasar jualnya juga susah, belum mulai rame yang beli. Tapi dari sananya [RPH] sudah naik [harganya]," ujar Damanuri saat ditemui di Pasar Senen, Senin (26/2/2024).


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper