Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Integrasi LRT Jabodebek, Menhub: Punya Waktu 1 Tahun

Kemenhub akan mengintegrasikan 31 rangkaian LRT Jabodebek hingga pertengahan 2022.
Rio Sandy Pradana
Rio Sandy Pradana - Bisnis.com 09 Juni 2021  |  10:58 WIB
Sebanyak 19 trainset dari total 31 trainset LRT Jabodebek telah dikirim ke Jakarta melalui stasiun Harjamukti (20/1/2021).  - INKA
Sebanyak 19 trainset dari total 31 trainset LRT Jabodebek telah dikirim ke Jakarta melalui stasiun Harjamukti (20/1/2021). - INKA

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyebut masih memiliki 1 tahun lagi untuk mengintegrasikan LRT Jabodebek yang akan mencapai 31 rangkaian pada pertengahan 2022.

Budi menuturkan moda transportasi ini memiliki panjang lintasan 44 km dengan 18 titik pemberhentian. Konsorsium PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI, PT Adhi Karya (Persero) Tbk., PT LEN Industri, dan PT Industri Kereta Api (Inka) mampu membangun alat transportasi dengan kualitas yang tidak kalah dengan negara lain.

"Dari hal jumlah, akan ada 31 rangkaian dan sekarang sudah selesai 26 rangkaian. Ini menunjukkan kita melakukannya dengan tepat, konservatif. Masih punya 1 tahun lagi untuk mengintegrasikannya, sehingga faktor keselamatan jadi hal penting," kata Budi dari YouTube Sekretariat Presiden, Rabu (9/6/2021).

Dia menuturkan modal dari proyek tersebut tidak semuanya dari pemerintah. KAI hanya mendapatkan penyertaan modal negara (PMN) senilai Rp7,6 triliun, sisanya lebih dari Rp20 triliun menjadi pinjaman. Harapannya, skema kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU) ini bisa menjadi model di berbagai kota lain.

Budi menjelaskan LRT Jabodebek memiliki waktu antara (headway) 3 menit dengan kapasitas angkut mencapai 580.000 orang per hari. Pada kondisi ultimate, headway bakal dipersingkat hingga 2 menit dengan kapasitas angkut maksimal 800.000 orang per hari.

Kemenhub akan menjalankan arahan Presiden Jokowi untuk secara konsisten membangun transportasi massal dengan melakukan integrasi dengan moda lain. Selain itu, potensi bangsa harus diperdayakan termasuk peran swasta dengan stimulasi dari pemerintah.

"Sekarang KAI, lain kali perusahaan lain. Di era sekarang ini kita berikan kesempatan swasta untuk berperan turut serta pembangunan nasional," ujarnya.

Sebelumnya, PT Adhi Karya (Persero) Tbk. mengungkapkan progres konstruksi kereta api ringan atau light rail transit Jabodebek tahap I telah mencapai 84,76 persen per Mei 2021.

"Per Mei progresnya sudah mencapai 84,76 persen dan relatif dari semua lintas layanan capaian tinggal finishing," ujar Corporate Secretary Adhi Karya Farid Budiyanto di sela-sela peninjauan proyek dan uji coba kereta LRT Jabodebek, Jumat (4/6/2021).

Pemerincian progres konstruksi pada setiap lintas pelayanannya, antara lain progres konstruksi lintas pelayanan I Cawang-Cibubur telah mencapai 93,81 persen.

Kemudian progres konstruksi lintas pelayanan II Cawang-Kuningan-Dukuh Atas telah mencapai 84,29 persen, lalu progres lintas pelayanan III Cawang-Bekasi Timur mencapai sekitar 90,94 persen.

Adapun, proyek LRT Jabodebek sepanjang 44 kilometer merupakan pembangunan transportasi massal terpanjang dalam satu paket dengan nilai investasi Rp23,3 triliun. Adhi telah menerima pembayaran senilai Rp13,3 triliun.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kemenhub LRT
Editor : Rio Sandy Pradana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top