Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Isu Gojek Mogok, GoSend Sameday Delivery Dihentikan Sementara?

Protes pengemudi Gojek terhadap perubahan insentif Gosend Sameday Delivery berlanjut. Kabarnya hari ini Gojek sempat menghentikan sementara layanan GoSend Sameday Delivery.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 08 Juni 2021  |  20:55 WIB
Dua orang pengemudi ojek online berbincang di Jalan Thamrin, Jakarta, Senin (17/2/2020).  - ANTARA/M Risyal Hidayat
Dua orang pengemudi ojek online berbincang di Jalan Thamrin, Jakarta, Senin (17/2/2020). - ANTARA/M Risyal Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA — Setelah kencang berhembus kabar aksi pemogokan oleh pengemudi Gojek akibat insentif sepihak oleh GoTo, perusahaan gabungan Gojek dan Tokopedia, kini GoSend Sameday delivery diklaim dihentikan sementara.

Kabar penghentian layanan tersebut kembali mengemuka dari tweet akun @arifnovianto_id. Dia mencuit bahwa sebanyak 80 persen pengemudi Gokilat mogok kerja, sehingga Gojek akhirnya menghentikan sementara layanan GoSend Sameday Delivery.

Menurutnya itu terjadi lantaran tak tersedia pengemudi untuk mengantarkan barang-barang pesanan konsumen.

“Akibat 80 persen driver Gokilat mogok kerja, Gojek akhirnya menghentikan sementara layanan GoSend Sameday Delivery. Itu terjadi lantaran tak tersedia driver untuk mengantarkan barang pesanan konsumen. Tanpa tenaga kerja driver, Perusahaan platform tak bisa apa-apa. Tanpa tenaga kerja driver, Perusahaan platform tak bisa apa-apa,” cuitnya dari akun @arifnovianto_id yang dikutip, Selasa (8/6/2021).

Terkait keberlangsungan layanan tersebut, ketika dimintai konfirmasinya oleh Bisnis pada Kamis (8/6/2021) soal penghentian layanan sameday ini, VP Corporate Communication Gojek Audrey Petriny mengatakan seluruh layanan Gojek beroperasional seperti biasa

“Seluruh layanan Gojek termasuk GoSend beroperasional seperti biasa,” dia menegaskan.

Sebelumnya manajemen Gojek juga menanggapi isu santer berubahnya insentif bagi para pengemudi. Manajemen mengaku tidak mengubah skema pendapatan atau tarif pokok per jarak tempuh bagi mitra pengemudi GoSend.

Audrey mengatakan kebijakan penyesuaian hanya dilakukan terhadap skema insentif untuk memberikan peluang yang lebih besar bagi lebih banyak mitra untuk dapat memperoleh insentif.

Kebijakan ini, lanjutnya, merupakan langkah untuk lebih memeratakan jumlah mitra yang dapat memperoleh insentif tersebut, sehingga semakin banyak mitra yang berpeluang mendapatkan penghasilan tambahan di masa pemulihan pandemi.

Di sisi lain, imbuhnya, GoSend juga terus meningkatkan jumlah permintaan pelanggan melalui berbagai program pemasaran, pengembangan teknologi dan inisiatif lainnya, di samping terus menjaga dan meningkatkan standar layanan yang lebih baik.

Melalui berbagai upaya ini, antara lain skema pendapatan pokok yang dipertahankan, penyesuaian skema insentif, peningkatan program pemasaran, serta inisiatif lainnya termasuk program apresiasi bagi mitra, maka daya saing GoSend akan terus meningkat dan menjadi pilihan masyarakat. Hal ini akan mendorong tingkat permintaan pelanggan bagi para mitra driver dan memberikan peluang memperoleh pendapatan secara lebih berkesinambungan.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

transportasi Gojek Ojek Online
Editor : Muhammad Khadafi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top