Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ekspor Melejit, ASI: Produksi Semen Nasional Terakselerasi

Produksi semen nasional terakselerasi sejak awal tahun ini seiring dengan kenaikan realisasi ekspor selama Januari-April 2021.
Andi M. Arief
Andi M. Arief - Bisnis.com 14 Mei 2021  |  14:33 WIB
Pekerja memindahkan semen untuk diangkut ke kapal di Pelabuhan Paotere, Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (25/2).  - BISNIS.COm
Pekerja memindahkan semen untuk diangkut ke kapal di Pelabuhan Paotere, Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (25/2). - BISNIS.COm

Bisnis.com, JAKARTA - Produksi semen nasional tercatat berakselerasi sejak awal 2021. Adapun, pertumbuhan produksi semen pada empat bulan pertama 2021 telah melampaui prediksi pertumbuhan akhir 2020.

Asosiasi Semen Indonesia (ASI) mendata produksi semen per April 2021 telah tumbuh 21,3 persen secara tahunan menjadi 6,17 juta ton. Sementara itu, volume produksi semen nasional pada Januari-April 2021 telah tumbuh 15,8 persen menjadi 24,36 juta ton.

"Terlihat dari angka-anngka kenaikan [produksi] tersebut, baik bulan April 2021 maupun empat bulan berjalan, terbukti ekonomi Indonesia sudah mulai menuju normal kembali. Kami optimistis konsumsi semen akan meningkat dibandingkan dengan 2020," kata Ketua Umum ASI Widodo Santoso kepada Bisnis.com, Jumat (14/5/2021).

Terlampauinya target produksi tersebut disebabkan oleh meroketnya performa ekspor nasional. Selama Januari-April 2021, volume ekspor semen dan clinker nasional tercatat tumbuh diatas 100 persen secara tahunan.

Selain itu, perbaikan konsumsi semen di dalam negeri sejak Maret 2021 juga menjadi faktor pendukung. Dalam catatan Bisnis.com, volume konsumsi semen pada Januari 2021 masih terkontraksi hingga 5,8 persen secara tahunan menjadi 4,9 juta ton, sedangkan konsumsi semen per Februari hanya mampu naik tipis 0,8 persen menjadi 4,63 juta ton.

Alhasil, konsumsi semen pada Januari-Februari tercatat merosot sebanyak 2,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu menjadi 9,54 juta ton. Waakin, melesatnya realisasi ekspor pada 2 bulan pertama 2021 membuat realisasi produksi Januari-Februari tumbuh sekitar 9 persen menjiadi 11,57 juta ton.

Pertumbuhan presentasi volume konsumsi semen per April 2021 terbesar terjadi di wilayah Maluku dan Papua atau sebesar 22,7 persen menjadi sekitar 159.000 ton. Adapun, kenaikan volume terbesar terjadi di Pulau Jawa, yakni tumbuh9,7 persen menjadi 2,63 juta ton.

Sementaraitu, konsumsi di Pulau Kalimantan tumbuh sekitar 19 persen ke kisaran 332.000 ton, sedangkan konsumsi di Pulau Celebes naik 20,6 persen menjadi sekitar 475.000 ton. Pertumbuhan terkecil terjadi di wilayah Bali dan Nusa Tenggara sebesar 2,7 persen menjadi 229.000 ton.

Walaupun hampir seluruh wilayah di dalam negeri mengalami pertumbuhan positif, konsumsi semen di Pulau Sumatra masih menunjukkan tren kontraksi. Per April 2021, konsumsi semen di Sumatra masih merosot hingga 1,3 persen secara tahunan menjadi 1,05 juta ton.

Widodo menyampaikan penurunan konsumsi di Pulau Sumatra disebabkan oleh penurunan serapan di beberapa daerah, seperti Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Riau.

Dengan demikian, konsumsi semen nasional per April tercatat tumbuh 8,6 persen menjadi 4,8 juta ton. Hal tersebut membuat konsumsi semen selama 4 bulan pertama 2021 mengalami pertumbuhan sebesar 3,7 persen menjadi 19,76 juta ton.

"Dengan sudah terbukti selama 2 bulan berturut-turut, Maret dan April, mengalami kenaikan yang bagus dibandingkan tahun lalu, maka ada anign segar untuk industri semen," kata Widodo.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ekspor semen
Editor : Rio Sandy Pradana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top