Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Galangan Kapal China Tolak Kapal dari India

Pembatasan kapal dari India serta Bangladesh telah diberlakukan di China, bahkan kota galangan kapal Zhousan melarang kapal India untuk masuk untuk melakukan pemeliharaan dan perbaikan.
Hadijah Alaydrus
Hadijah Alaydrus - Bisnis.com 10 Mei 2021  |  08:28 WIB
Galangan Kapal China Tolak Kapal dari India
Galangan kapal di China State Shipbuilding Corp di China - World Maritime.Com
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Galangan kapal di kota pesisir China Zhoushan telah melarang masuk kapal yang memanggil atau mengganti awak di India dalam tiga bulan terakhir, dengan alasan kekhawatiran atas meningkatnya infeksi di negara Asia Selatan itu.

Pembatasan kapal dari India serta Bangladesh telah diberlakukan, bahkan kota tersebut melarang kapal India untuk masuk untuk melakukan pemeliharaan dan perbaikan, kata juru bicara dari perusahaan pengiriman dan logistik Wilhelmsen Group.

Wilhelmsen Group diberitahu tentang larangan tersebut oleh galangan kapal yang beroperasi di kota itu, kata juru bicara itu. Rincian dikonfirmasi oleh seorang pejabat dari Zhoushan Xinya Shipyard Co.

Beberapa galangan kapal di Zhoushan berada di peringkat 10 besar dunia dalam hal volume bisnis 2019, menurut China Daily. Kota ini juga merupakan rumah bagi beberapa terminal minyak dan tangki penyimpanan terbesar di negara ini.

Pembatasan yang sama tidak berlaku untuk kapal yang mengangkut kargo dari India, menurut seorang pejabat dari pelabuhan Zhoushan dan pedagang minyak yang meminta untuk tidak disebutkan namanya.

Pejabat galangan kapal mengatakan larangan itu diberlakukan setelah 11 anggota awak dinyatakan positif Covid-19 pada akhir April. Orang-orang yang terinfeksi berada di atas kapal yang telah berlabuh di galangan kapal setempat.

Seorang pejabat Euronav BV, salah satu pemilik kapal minyak mentah independen terbesar di dunia, mengatakan dalam sebuah wawancara hari Kamis bahwa ribuan pelaut berisiko terjebak di laut setelah kontrak mereka berakhir karena meningkatnya kasus di India. Anggota kru dari negara Asia mencapai sekitar 15 persen dari total dunia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

china india galangan kapal Virus Corona

Sumber : Bloomberg

Editor : Reni Lestari
Bagikan
Konten Premium

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top