Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Menkeu Sri Mulyani Bakal Pantau Eksekusi Belanja Negara pada Kuartal II 2021

Pemerintah pusat telah melakukan TKDD sebesar Rp172,96 triliun atau 21,7 persen dari pagu sampai Maret. Akan tetapi, pemerintah daerah (pemda) malah mengendapkannya di bank.
Jaffry Prabu Prakoso
Jaffry Prabu Prakoso - Bisnis.com 03 Mei 2021  |  18:43 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani memberikan sambutan acara virtual saat acara Bisnis Indonesia Award di Jakarta, Senin (14/12/2020). Bisnis - Abdurachman
Menteri Keuangan Sri Mulyani memberikan sambutan acara virtual saat acara Bisnis Indonesia Award di Jakarta, Senin (14/12/2020). Bisnis - Abdurachman

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan pemerintah akan terus memperbaiki langkah-langkah untuk menjaga ekonomi di tengah pandemi Covid-19, terutama dari sisi fiskal.

“Khususnya eksekusi dari seluruh belanja yang sudah didesain dan redesain untuk 2021 terutama yang menyangkut pelaksanaan anggaran baik itu kementerian, lembaga, ataupun transfer ke daerah dan dana desa (TKDD),” katanya pada konferensi pers virtual, Senin (3/5/2021).

Pada kuartal I/2021 lalu, Sri Mulyani menjelaskan bahwa belanja negara sudah dialokasikan dengan sangat akseleratif. Meski begitu, pada kuartal kedua ini semua pihak yang berkepentingan dalam mengelola dana pemerintah diminta untuk berhati-hati terutama terkait belanja untuk masyarakat dan produktif seperti belanja modal.

“Oleh karena itu, kita akan terus melihat seluruh rencana belanja yang ada di kementerian, lembaga dan eksekusinya,” jelas Sri Mulyani.

Pemerintah pusat telah melakukan TKDD sebesar Rp172,96 triliun atau 21,7 persen dari pagu sampai Maret. Akan tetapi, pemerintah daerah (pemda) malah mengendapkannya di bank.

Sebelumnya, Sri Mulyani menuturkan bahwa simpanan pemda pada Maret naik Rp18,39 triliun. Angka tersebut naik 11,22 persen dari bulan sebelumnya.

Nilai ini terus meningkat dari awal tahun. Secara berturut-turut dari Januari yaitu, Rp133,50 triliun, Rp163,95 triliun, dan Rp182,33 triliun.

“Ini sebetulnya ironis. Karena kita mengharapkan transfer APBN [anggaran pendapatan dan belanja negara] itu bisa segera dibelanjakan,” katanya pada konferensi pers APBN Kita Edisi April 2021 secara virtual, Kamis (22/4/2021).

Dibandingkan dengan tahun sebelumnya, simpanan pemda pada Maret 2021 naik Rp4,81 triliun atau 2,71 persen. Tabungan tahun lalu sebesar Rp177,52 triliun.

Sri Mulyani menjelaskan bahwa dengan nilai Rp172,96 triliun, pemda baru membelanjakannya Rp98,9 triliun. Padahal, daerah seharusnya melakukan seperti apa yang telah dijalankan pusat untuk melakukan belanja dengan cepat.

“Sehingga bisa memulihankan ekonomi Indonesia dan manfaat kepada masyarakat bisa dirasakan,” jelasnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sri mulyani dana pemda pemulihan ekonomi
Editor : Ropesta Sitorus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top