Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Manufaktur Diproyeksi Ekspansif Sampai Akhir Tahun 2021

Industri manufaktur diproyeksi ekspansif hingga akhir tahun dengan catatan tidak ada kejadian luar biasa terkait penyebaran virus Corona varian baru.
Ipak Ayu
Ipak Ayu - Bisnis.com 03 Mei 2021  |  19:05 WIB
Kegiatan di salah satu pabrik sepatu di Tangerang, Banten./Antara - Akbar Nugroho Gumay
Kegiatan di salah satu pabrik sepatu di Tangerang, Banten./Antara - Akbar Nugroho Gumay

Bisnis.com, JAKARTA — Ekonom Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Indonesia Fajar B. Hirawan menilai industri manufaktur  mulai menunjukkan fase ekspansi di tengah momentum pemulihan ekonomi. 

Kondisi ekspansi tersebut, Menurut Fajar akan tetap terjaga sampai akhir 2021 dengan catatan tidak ada kejadian luar biasa terkait penyebaran virus Corona varian baru.

"Kasus positif Covid-19 di Indonesia pun sepertinya masih terkendali dan tentu kita harapkan hal ini terus dipertahankan dengan protokol kesehatan dan program vaksinasi yang berjalan tanpa hambatan," katanya kepada Bisnis, Senin (3/5/2021).

Fajar menyebut membaiknya sektor industri manufaktur ini memang juga diikuti oleh semakin optimistisnya kepercayaan konsumen terhadap perekonomian Indonesia.

Adapun, jika ditanya sektor yang mengalami pertumbuhan signifikan, menurut Fajar sudah pasti industri andalan seperti makanan dan minuman. Selain itu, ada otomotif yang mulai tumbuh positif, karena mendapatkan relaksasi pajak barang mewah.

"Industri tekstil sepertinya juga mulai bergeliat apalagi menjelang hari raya Lebaran," ujarnya.

Sementara itu Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menilai Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur Indonesia dari IHS Markit  menunjukkan ada perbaikan permintaan tidak hanya dari dalam negeri tetapi juga ekspor.

Naiknya permintaan ekspor ini juga baru pertama kali terjadi sejak 17 bulan terakhir.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan setelah sempat terkontraksi tajam pada kuartal II/2021 tahun lalu, tren positif pemulihan ekonomi nasional sudah mulai terlihat sejak kuartal III/2020.

"Tahun ini, tren positif pemulihan terus berlanjut. Seperti diketahui, angka 50 pada PMI menunjukkan dunia usaha sedang dalam fase ekspansi, didorong oleh keyakinan dunia usaha atas perbaikan kondisi ekonomi," katanya melalui siaran pers, Senin (3/5/2021).

Pertumbuhan ekonomi dari sisi permintaan, didorong oleh peningkatan konsumsi, tumbuhnya investasi, realisasi ekspor serta didukung oleh konsumsi pemerintah melalui belanja Kementerian/Lembaga dan Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang tumbuh positif.

Dari sisi pasokan, sektor utama yang mulai pulih antara lain industri pengolahan, perdagangan dan pertambangan. Sementara itu, sektor yang tetap tumbuh positif pada masa pandemi antara lain sektor pertanian, informasi dan komunikasi serta jasa kesehatan.  


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

manufaktur indeks manufaktur Pemulihan Ekonomi Nasional KPCPEN
Editor : Muhammad Khadafi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top