Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PMI Ekspansif Jadi Sinyal Pemulihan Ekonomi 

Pertumbuhan ekonomi dari sisi demand, didorong oleh peningkatan konsumsi, tumbuhnya investasi, realisasi ekspor serta didukung oleh konsumsi pemerintah melalui belanja Kementerian/Lembaga dan Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang tumbuh positif.
Ipak Ayu
Ipak Ayu - Bisnis.com 03 Mei 2021  |  17:33 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto / Youtube Sekretariat Presiden
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto / Youtube Sekretariat Presiden

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menilai pemulihan ekonomi Nasional tahun ini kembali terlihat pada sejumlah indeks indikator.

Salah satunya, IHS Markit mencatat, Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur Indonesia pada April 2021 yang menyentuh rekor tertingginya sepanjang masa. PMI Manufaktur Indonesia pada April tercatat sebesar 54,6 atau naik dari posisi 53,2 pada Maret 2021.

Rilis IHS Markit bahkan menunjukkan ada perbaikan permintaan tidak hanya dari dalam negeri tetapi juga ekspor. Naiknya permintaan ekspor ini juga baru pertama kali terjadi sejak 17 bulan terakhir.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan setelah sempat terkontraksi tajam pada kuartal II/2021 tahun lalu, tren positif pemulihan ekonomi nasional sudah mulai terlihat sejak kuartal III/2020.

"Tahun ini, tren positif pemulihan terus berlanjut. Seperti diketahui, angka 50 pada PMI menunjukkan dunia usaha sedang dalam fase ekspansi, didorong oleh keyakinan dunia usaha atas perbaikan kondisi ekonomi," katanya melalui siaran pers, Senin (3/5/2021).

Airlangga menyebut pemerintah meyakini dengan kondisi yang sudah mulai kondusif, maka ada kepercayaan dari dunia usaha untuk memulai aktivitas manufakturnya kembali. Geliat dari dunia usaha ini, diharapkan dapat memberikan multiplier effect pada perekonomian Indonesia.

Pemulihan ekonomi Indonesia, menurut Airlangga telah terdorong dari perbaikan sisi permintaan dan pasokan. Setelah sempat terkontraksi -2,07 persen pada 2020, sinyal positif pemulihan ekonomi telah terlihat sejak kuartal III/2020.

Pertumbuhan ekonomi dari sisi demand, didorong oleh peningkatan konsumsi, tumbuhnya investasi, realisasi ekspor serta didukung oleh konsumsi pemerintah melalui belanja Kementerian/Lembaga dan Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang tumbuh positif.

Dari sisi supply, sektor utama yang mulai pulih antara lain industri pengolahan, perdagangan dan pertambangan. Sementara itu, sektor yang tetap tumbuh positif pada masa pandemi antara lain sektor pertanian, informasi dan komunikasi serta jasa kesehatan.  


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

airlangga hartarto indeks manufaktur Pemulihan Ekonomi Nasional KPCPEN
Editor : Muhammad Khadafi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top