Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Proyek Kereta Tanpa Rel Tak Perlu Buru-Buru, Ini Alasannya

Masyarakat Transportasi Indonesia menilai proyek kereta tanpa rel atau Autonomous Rail Transit tidak perlu terburu-buru agar tidak terjadi kekeliruan.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 27 April 2021  |  15:37 WIB
Aktivitas proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) di salah satu tunnel atau terowongan di kawasan Tol Purbaleunyi KM 125, Cibeber, Cimahi Selatan, Jawa Barat, Kamis (2/4/2020). Bisnis - Rachman
Aktivitas proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) di salah satu tunnel atau terowongan di kawasan Tol Purbaleunyi KM 125, Cibeber, Cimahi Selatan, Jawa Barat, Kamis (2/4/2020). Bisnis - Rachman

Bisnis.com, JAKARTA – Pembangunan kereta tanpa rel (Autonomous Rail Transit/ART) di tiga kota percontohan jangan sampai mengulang kajian pembangunan kereta ringan (Light Rail Transit/LRT) Jabodebek dan Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) yang terlalu terburu-buru sehingga melenceng dari ekspektasi awal tujuan pembangunannya.

Ketua Bidang Advokasi dan Kemasyarakatan Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Djoko Setijowarno menjelaskan pembangunan dua proyek sebelumnya yakni LRT dan KCJB terlalu cepat akibat adanya kekeliruan pola pikir. Dua proyek tersebut sebelumnya mengharapkan adanya bangkitan pengelolaan ruang dan transportasi secara terintegrasi (Transit Oriented Development/TOD) tetapi pada prakteknya hingga kini potensi tersebut nihil.

“Jangan terulang dua kejadian yang lalu seperti LRT Jabodebek dan KA Cepat Jakarta – Bandung. Terlalu cepat. Berharap ada TOD yang besar, tapi ternyata tak ada yang terbangun,” ujarnya, Selasa (27/4/2021).

Djoko juga menilai penerapan Tram Otonom jelas arus melibatkan investor swasta dengan skema Kerja Sama Pemerintah Badan Usaha (KPBU) dan tidak mungkin mengandalkan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) karena proses pembangunannya akan memakan waktu yang lama.

Sementara itu, Dosen dan Peneliti Perkeretaapian Universitas Gadjah Mada (UGM) Ikaputra mengatakan sudah semestinya suatu kota memiliki satu moda utama yang menjadi tulang punggung backbone transportasi umum kota. Transportasi backbone merupakan layanan transportasi umum yang menawarkan kenyamanan, kemudahan, dan yang terpenting adalah ketepatan waktu tempuh mencapai tujuan.

Layanan transportasi umum berbasis kereta merupakan pilihan menjadi backbone transportasi perkotaan. Sistem Jalur TO sebagai backbone transportasi perkotaan memiliki layanan membelah kota dari utara ke selatan dan timur ke barat untuk membawa penumpang dari kawasan pinggir kota mencapai pusat kota secara langsung. Kemudian juga jalur melingkar membentuk jaringan tertutup (loop line).

“Pengembangannya di kota Yogyakarta sebagai layanan utama (backbone) pada jaringan angkutan umum perkotaan sedangkan Trans Jogja sebagai feeder atau pengumpan,” katanya.

Dia juga menjelaskan pengembangan TO masuk dalam ranah pengembangan moda Kereta Api yang mempunyai prioritas tinggi sebagai moda dalam sistem lalu lintas, sehingga diharapkan dapat menyelesaikan permasalahan transportasi publik melalui kehandalan waktu layanan, daya angkut yang tinggi dan ramah lingkungan.

Menurutnya, sejauh ini trem otonom bisa diterapkan di kota-kota dengan tingkat ketersediaan jalan dan lahan yang relatif terbatas dikarenakan kebutuhan untuk infrastruktur yang hampir sama dengan Bus Rapid Transit (BRT). Alhasil juga bisa diterapkan di kota-kota dengan anggaran pembangunan yang relatif terbatas mengingat biaya pengembangannya yang relatif murah.

Tak hanya itu, Trem juga bisa diimplementasikan dengan kerangka waktu yang relatif cepat karena fleksibilitas dan adaptabilitas yang relatif tinggi terkait kebutuhan trek alinyemen, kontur, dan tikungan. Trem ini juga menggunakan listrik, sehingga sesuai dengan program transportasi hijau.

Harapannya memang nantinya trem ini bisa terintegrasi dengan angkutan yang sudah ada, dan tidak harus menjadi pengganti dari angkutan yang sudah ada seperti diterapkan di banyak kota terkait trem.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

mti
Editor : Rio Sandy Pradana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top