Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kinerja Anteraja Melesat, Pendapatan ASSA Makin Cuan

Saat ini, AnterAja sedang memperluas segmen B2B di samping juga memperluas jaringan kerja sama dengan e-commerce dan social commerce.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 18 April 2021  |  23:10 WIB
Motor listrik yang digunakan oleh kurir AnterAja. - istimewa
Motor listrik yang digunakan oleh kurir AnterAja. - istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Layanan logistik akhir, Anteraja, mampu berkontribusi sebesar 24,71 persen terhadap total pendapatan PT Adi Sarana Armada Tbk. (ASSA) pada akhir tahun lalu.

Anteraja berhasil mencetak rekor pertumbuhan pendapatan selama 2020 yang mencapai Rp794,72 miliar pada 2020, atau tumbuh 841,99 persen dibandingkan dengan 2019 senilai Rp84,37 miliar.

Presiden Direktur ASSA Prodjo Sunarjanto mengatakan kondisi tersebut mencerminkan prospek pengiriman logistik di Indonesia masih cukup tinggi mengingat Anteraja baru beroperasi kurang dari 2 tahun.

Bahkan pada akhir 2020, Anteraja berkontribusi sebesar 24,71 persen terhadap total pendapatan ASSA, yang merupakan kontribusi terbesar kedua setelah bisnis rental.

“Angka [kontribusi Anteraja] ini meningkat sangat signifikan dibanding tahun 2019 dimana kontribusi Anteraja hanya sebesar 3,45 persen terhadap total pendapatan ASSA. Di tengah pandemi Covid-19 yang terjadi selama ini,” ujarnya melalui siaran pers, Minggu (18/4/2021).

Saat ini, AnterAja sedang memperluas segmen B2B di samping juga memperluas jaringan kerja sama dengan e-commerce dan social commerce, serta terus melakukan pembukaan layanan di kota-kota baru dan penguatan Satria yang selama ini merupakan kurir Anteraja. 

“Jadi yang perlu diketahui adalah sistem layanan pengiriman dari Anteraja menggunakan sistem full pickup, dimana kurir kami akan menjemput langsung paket ke alamat pengguna tanpa minimum jumlah paket yang dijemput,” imbuhnya.

Dia menilai layanan Drive Thru yang saat ini dikembangkan perusahaan lain hanya bisa digunakan oleh jasa pengiriman tradisional yang masih mengharuskan pelanggan datang ke outlet-outlet mereka.

Untuk Anteraja, perseroan menegaskan tidak memiliki outlet. Hal itu dikarenakan semua barang dijemput langsung oleh kurir yang memudahkan dan membuat pelanggan lebih efisien dari sisi waktu dan juga biaya.

Sejak 2020 lalu, Anteraja telah melakukan banyak sekali ekspansi mulai dari pengembangan inisiatif aplikasi Anteraja, layanan Travylite, Layanan Pengiriman Via WhatsApp, hingga mulai uji coba untuk penggunaan motor listrik yang bekerjasama dengan PT Listrik Vine Jasa dan Tetrik.

Menurutnya, dengan kondisi yang ada pada saat ini layanan  pengiriman yang dibutuhkan oleh pengguna adalah yang bisa memberikan kemudahan, kenyamanan dan ketepatan waktu pengiriman. Hal tersebut yang juga menjadi komitmen Anteraja untuk terus memberikan layanan terbaik kepada pelanggan.

Dia optimistis dengan menggunakan aplikasi Anteraja, pelanggan dapat melakukan pemesanan hingga pengecekan posisi paket secara real time, dan paket akan dijemput langsung oleh kurir tanpa harus datang ke outlet

“Untuk tahun 2021 ini target pengiriman Anteraja mencapai lebih dari 500.000  paket per hari,” tegasnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

logistik anteraja
Editor : Amanda Kusumawardhani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top