Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Industri Otomotif Bikin Pemerintah Waswas, Ini Alasannya

Pemerintah menilai kinerja industri otomotif mengkhawatirkan, sehingga menjadi alasan pemberian insentif PPnBM.
Rahmad Fauzan
Rahmad Fauzan - Bisnis.com 09 April 2021  |  19:08 WIB
Ilustrasi. Sepanjang kuartal pertama 2020, produksi kendaraan di pabrik Hino di Karawang, Jawa Barat, turun 19% menjadi hanya 8.387 unit. Adapun penjualan ritel anjlok 43% menjadi hanya 4.637 unit. HINO
Ilustrasi. Sepanjang kuartal pertama 2020, produksi kendaraan di pabrik Hino di Karawang, Jawa Barat, turun 19% menjadi hanya 8.387 unit. Adapun penjualan ritel anjlok 43% menjadi hanya 4.637 unit. HINO

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah secara gamblang menyatakan kekhawatirannya terhadap penurunan performa industri otomotif tahun lalu sebagai akibat dari pandemi Covid-19. Sebab, industri otomotif dinilai merupakan sektor yang diandalkan pemerintah untuk mengangkat kembali kepercayaan diri konsumen.

Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mengatakan kepercayaan diri konsumen di Indonesia dihitung berdasarkan jumlah pembelian mobil dan sepeda motor. Bahkan, hal tersebut dikatakan menjadi pertimbangan utama pemerintah menghilangkan mengeluarkan insentif PPnBM.

"Ini yang menjadi alasan pemerintah memberikan insentif PPnBM. Kami mau orang belanja lagi, pabrik jalan, dan ekspor otomotif sebagai industri berteknologi tinggi bisa meningkat," ujar Lutfi ketika memberikan sambutan dalam acara Industry Talks: Peran Asosiasi Dalam Mendorong Pemulihan Ekonomi Nasional Pasca Covid-19, Jumat (9/4/2021).

Sekadar catatan, tahun lalu penjualan mobil di Indonesia turun 48,35 persen dengan total yang terjual hanya 550.000 unit. Sementara sepeda motor mengalami penurunan yang tidak kalah signifikan, yakni terkoreksi 43,57 secara tahunan.

Penurunan performa juga dialami oleh sektor lain yang menjadi turunan dari motor dan mobil, yaitu suku cadang. Data Kemendag menyebut terjadi penurunan sebesar 23 persen untuk penjualan suku cadang otomotif, dan indeks ritel amblas 12 persen.

Adapun, lanjut Lutfi, hal yang paling dikhawatirkan oleh pemerintah dari penurunan yang dialami oleh industri otomotif di Tanah Air adalah tercerminnya tingkat produksi yang juga tidak kalah buruk dari penurunan tingkat konsumsi.

"Ini yang sangat mengganggu. Sebab, sektor otomotif adalah sektor yang diandalkan untuk mengangkat kembali kepercayaan konsumen di Indonesia," kata Lutfi.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

otomotif kemendag
Editor : Rio Sandy Pradana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top