Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Seluruh Negara di Dunia Kena Resesi, Sri Mulyani: Ini Terburuk dalam 150 Tahun Terakhir

Dari 193 negara yang terdaftar di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) 170 negara ekonominya negatif.
Jaffry Prabu Prakoso
Jaffry Prabu Prakoso - Bisnis.com 06 April 2021  |  13:44 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani memaparkan rancangan APBN 2021 dalam konferensi pers virtual, Selasa (1/12/2020)  -  Foto: Kemenkeu RI
Menteri Keuangan Sri Mulyani memaparkan rancangan APBN 2021 dalam konferensi pers virtual, Selasa (1/12/2020) - Foto: Kemenkeu RI

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan bahwa hampir seluruh dunia mengalami resesi akibat Covid-19 pada tahun lalu. Dari 193 negara yang terdaftar di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) 170 negara ekonominya negatif.

“Ini adalah kondisi terburuk dalam 150 tahun terakhir. Hal tersebut berdasarkan studi Bank Dunia,” katanya pada sambutan diskusi virtual, Selasa (6/4/2021).

Sri Mulyani menjelaskan bahwa Indonesia merupakan negara yang masuk dalam kondisi resesi tersebut. Kontraksi pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) merupakan yang terdalam sejak krisis pada 1997-1998.

Dengan PDB 2020 sebesar minus 2,07 persen, Indonesia masih lebih baik. Sri membandingkan dengan kelompok G20, Asean, bahkan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) yang rata-rata lebih dalam dari Tanah Air.

“Ini adalah situasi yang tidak pandang bulu dan memiliki dampak konsekuensi yang luar biasa. Dengan ini, ada konsekuensi yaitu meningkatnya pengangguran, kemiskian, dan berdampak pada kesehateraan,” jelasnya.

Pemerintah tahu pandemi akan berefek negatif pada semua sektor. Oleh karena itu, respons ekstra luar biasa (extraordinary) dilakukan pada awal ditemukannya kasus di Indonesia, yaitu dengan disahkannya Undang-Undang (UU) No. 2/2021 tentang Kebijakan Keuangan dan Stabilitas Sistem Keuangan untuk Penanganan Pandemi Covid-19.

“Kenapa sektor tersebut? Karena pandemi memaksa keuangan negara melakukan berbagai langkah extra ordinary baik itu di bidang belanja negara karena penerimaan turun juga sektor keuangan yang bisa tertekan. Ini yang kita sebut extraordinary,” ucap Sri.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sri mulyani Resesi Covid-19
Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top