Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Ekonom : Penyaluran Insentif Pariwisata Mesti Selektif agar Efektif

Pemerintah mesti menjadikan insentif sebagai kompensasi atas kebijakan pelarangan mudik yang berpotensi memperparah kondisi pelaku usaha pariwisata pada kuartal kedua mendatang.
Danau Toba dilihat dari Geosite Sipinsur Kabupaten Humbang Hasundutan. JIBI/Nancy Junita
Danau Toba dilihat dari Geosite Sipinsur Kabupaten Humbang Hasundutan. JIBI/Nancy Junita

Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintah diharapkan agar memperkuat intervensi terhadap industri pariwisata melalui penyaluran insentif. Tidak seperti tahun lalu, pemerintah diminta supaya selektif dalam menyalurkan insentif pada 2021.

Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Mohammad Faisal menilai pemberian insentif yang selektif akan berdampak cukup signifikan bagi pemulihan industri pariwisata Tanah Air. Dengan kata lain, pemerintah harus tepat ketika mengalokasikan insentif.

"Apalagi, saat ini pemerintah sudah sepakat memberlakukan larangan mudik pada hari raya Idulfitri nanti," ujar Faisal ketika dihubungi, Minggu (4/4/2021).

Menurutnya, pemerintah mesti menjadikan insentif sebagai kompensasi atas kebijakan pelarangan mudik yang berpotensi memperparah kondisi pelaku usaha pariwisata pada kuartal kedua mendatang.

Dari sisi fiskal, lanjutnya, tinggal diarahkan pelebaran utang pemerintah tinggal diarahkan untuk intervensi sektor pariwisata dan juga sektor-sektor lain. Penyaluran insentif mesti selektif agar efektif. Namun, kata Faisal, berdasarkan pengalaman sebelumhya, banyak intervensi pemerintah yang diberikan secara pukul rata.

"Selain itu, stuasi ini agak dilema sebab kalau pergerakan massa didorong angka positif Covid-19 di Indonesia akan naik. Walaupun ada prokes, akan tetap susah menjaga keramaian di destinasi wisata," jelasnya.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Rahmad Fauzan
Editor : Zufrizal

Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper