Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Sektor Perjalanan dan Pariwisata Dunia Rugi Hampir US$4,5 Triliun Tahun Lalu

World Travel & Tourism Council menilai sangat penting untuk memberikan bantuan di sektor pariwisata dan perjalanan supaya dapat mendongkrak pemulihan ekonomi.
Amanda Kusumawardhani
Amanda Kusumawardhani - Bisnis.com 30 Maret 2021  |  12:33 WIB
Delegasi peserta Annual Meeting IMF-World Bank Group 2018 menonton atraksi budaya di salah satu destinasi wisata di Gianyar, Bali, Sabtu (13/10). - Bisnis/Ema Sukarelawanto
Delegasi peserta Annual Meeting IMF-World Bank Group 2018 menonton atraksi budaya di salah satu destinasi wisata di Gianyar, Bali, Sabtu (13/10). - Bisnis/Ema Sukarelawanto

Bisnis.com, JAKARTA – World Travel & Tourism Council (WWTC) melaporkan industri perjalanan global dan pariwisata menderita kerugian masif hampir US$4,5 triliun pada tahun lalu akibat pandemi Covid-19.

Berdasarkan laporan tahunan WWTC, kontribusi industri ini terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dunia merosot 49,1 persen menjadi US$4,7 triliun pada tahun lalu. Angka ini berbeda jauh dibandingkan kontribusinya yang hampir mencapai US$9,2 triliun pada 2019.

Laporan ini juga menyebutkan belanja perjalanan internasional turun 69,4 persen pada 2020, yang diikuti dengan penurunan pada belanja perjalanan domestik sebesar 45 persen.

“Kami mengapresiasi upaya pemerintah di seluruh dunia yang berusaha keras menyelamatkan banyak pekerjaan sehingga data yang ada tidak menunjukkan hasil lebih buruk. Tetapi laporan ini menunjukkan bahwa sektor pariwisata dan perjalanan berdarah-darah selama setahun terakhir yang menekan bisnis mulai skala mikro, kecil, hingga besar,” kata Presiden dan CEO WWTC Gloria Guevara, dikutip dari travelandpulse.com, Selasa (30/3/2021).

Dengan penurunan kontribusi sektor ini terhadap PDB global hampir separuhnya, WWTC menilai sangat penting untuk memberikan bantuan di sektor pariwisata dan perjalanan supaya dapat mendongkrak pemulihan ekonomi.

Kendati demikian, WWTC juga memprediksi 62 juta pekerjaan yang terkait di sektor ini yang hilang pada 2020 akan kembali pada 2022 jika program vaksinasi massal terus dilanjutkan dengan kecepatan penuh.

Laporan yang sama menyebutkan WWTC optimistis kontribusi sektor pariwisata dan perjalanan bisa meningkat 48,5 persen pada 2021 year-on-year.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pariwisata Covid-19
Editor : Amanda Kusumawardhani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top