Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Harga Nikel Merosot, Bagaimana Nasib Proyek Smelter Indonesia?

Harga nikel mencatatkan penurunan harian terbesar dalam lebih dari 4 tahun terakhir. Hal itu terjadi seiring dengan kemajuan perbaikan pada salah satu tambang terbesar di dunia Nornickel asal Rusia.
Muhammad Ridwan
Muhammad Ridwan - Bisnis.com 19 Maret 2021  |  20:20 WIB
Pekerja mengeluarkan biji nikel dari tanur dalam proses furnace di smelter PT. Vale Indonesia di Sorowako, Luwu Timur, Sulawesi Selatan, Sabtu (30/3/2019). - ANTARA/Basri Marzuki
Pekerja mengeluarkan biji nikel dari tanur dalam proses furnace di smelter PT. Vale Indonesia di Sorowako, Luwu Timur, Sulawesi Selatan, Sabtu (30/3/2019). - ANTARA/Basri Marzuki

Bisnis.com, JAKARTA — Harga nikel tengah menujukkan tren pelemahan di saat Indonesia secara besar-besaran merencanakan pembangunan smelter. Lantas akan seperti apa nasibnya?

Ketua Indonesian Mining and Energy Forum (IMEF) Singgih Widagdo mengatakan untuk posisi Indonesia justru sangat tergantung pada target smelter nikel  yang harus diselesaikan pada 2024. Dia menjelaskan terdapat 30 smelter nikel yang harus diselesaikan dan 16 smelter nikel pada 2021. 

"Untuk membesarkan justru menjadi keharusan dari target yang ada, sehingga pengelolaan tambang nikel di Indonesia harus diarahkan bagaimana target hilirisasi atau smelter dapat diselesaikan," ujar Singgih kepada Bisnis, Jumat (19/3/2021).

Harga nikel mencatatkan penurunan harian terbesar dalam lebih dari 4 tahun terakhir. Hal itu terjadi seiring dengan kemajuan perbaikan pada salah satu tambang terbesar di dunia Nornickel asal Rusia.

Harga komoditas nikel masih dalam tren penurunan. Harga nikel di bursa London Metal Exchange (LME) pada Kamis (18/3), untuk kontrak pengiriman 3 bulan berada di level US$16.047 per ton.

Level harga nikel saat ini makin jauh dari harga pada awal perdagangan Maret 2021, yang mencapai level US$18.682 per ton.

Salah satu faktor koreksi harga nikel adalah proses perbaikan pada salah satu tambang milik perusahaan asal Rusia MMC Norilsk Nickel PJSC atau Nornickel. Sebelumnya, produksi nikel dari tambang perusahaan di Oktyabrsky dan Taimyrsky di wilayah Arktik terpaksa dihentikan.

Di samping itu, perusahaan nikel dari China, Tsingshan Holding Group, juga dikabarkan berencana menggenjot produksi untuk menyuplai industri baterai.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

smelter Nikel
Editor : Annisa Margrit

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top