Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Australia Kurangi Ketergantungan Rantai Pasok Mineral China

Upaya yang dituangkan dalam Modern Manufacturing Initiative hadir saat Amerika Serikat dan Jepang berupaya mengurangi ketergantungan mereka pada China untuk mineral yang penting bagi banyak sektor manufaktur.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 04 Maret 2021  |  12:02 WIB
Perdana Menteri Australia Scott Morrison. - Reuters/David Gray
Perdana Menteri Australia Scott Morrison. - Reuters/David Gray

Bisnis.com, JAKARTA - Australia berencana meningkatkan posisinya sebagai produsen mineral teratas dengan meningkatkan pemrosesan dan manufaktur. 

Rencana ini merupakan bagian dari upaya menantang dominasi China dalam pasokan produk yang menjadi kunci transisi energi bersih.

Oleh karena itu, pemerintah meluncurkan peta jalan 10 tahun yang mencakup pendanaan 1,3 miliar dolar Australia (US$ 1 miliar) untuk membantu bisnis memanfaatkan sumber daya alam yang melimpah dan peluang dalam industri dekarbonisasi.

Ini mendorong pertumbuhan produk bernilai tinggi seperti baterai dan sel surya, serta teknologi dan peralatan yang membuat penambangan lebih aman dan efisien.

Upaya yang dituangkan dalam Modern Manufacturing Initiative hadir saat Amerika Serikat dan Jepang berupaya mengurangi ketergantungan mereka pada China untuk mineral yang penting bagi banyak sektor manufaktur.

Australia adalah pengekspor utama litium, komponen utama dalam baterai, dan juga merupakan sumber utama logam tanah. Sementara itu, Beijing sedang meninjau kebijakan logam tanah m dan ada tanda-tanda akan melarang ekspor teknologi pemurnian ke negara atau perusahaan yang dianggapnya sebagai ancaman bagi keamanan negara.

"Ini adalah prioritas kedaulatan dan strategis bagi Australia untuk memastikan bahwa kami terprogram ke dalam rantai pasokan ini di seluruh dunia," kata Perdana Menteri Australia Scott Morrison, dilansir Bloomberg, Kamis (4/3/2021).

Dia melanjutkan, program ini harus menjadi rantai pasokan yang dapat diandalkan Australia dan mitranya, karena menurutnya logam tanah dan mineral penting ini yang akan menjadi teknologi andalan di masa depan.

Lynas Rare Earths Ltd. saat ini mengirimkan logam tanah dari operasinya di Australia ke Malaysia untuk diproses, tetapi memiliki rencana untuk membangun fasilitas di dekat pertambangan Gunung Weld di bagian barat negara. 

Saingannya, Iluka Resources Ltd. juga menilai opsi untuk membangun kapasitas pemrosesan. Sementara itu, Energy Renaissance dan perusahaan lain ingin membangun industri manufaktur baterai domestik di pantai timur Australia.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

china mineral australia

Sumber : Bloomberg

Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top