Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

INA Biayai Infrastruktur Transportasi, Ini Harapan Sri Mulyani kepada BKS

Keberadaan INA merupakan langkah strategis untuk pembiayaan infrastruktur transportasi sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap APBN.
Rahmi Yati
Rahmi Yati - Bisnis.com 03 Maret 2021  |  17:16 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani memberikan sambutan acara virtual saat acara Bisnis Indonesia Award di Jakarta, Senin (14/12/2020). Bisnis - Abdurachman
Menteri Keuangan Sri Mulyani memberikan sambutan acara virtual saat acara Bisnis Indonesia Award di Jakarta, Senin (14/12/2020). Bisnis - Abdurachman

Bisnis.com, JAKARTA – Besarnya kebutuhan pembiayaan untuk pembangunan infrastruktur di bidang transportasi yang tepat waktu mendasari lahirnya Lembaga Pengelola Investasi melalui lembaga bernama Indonesia Investment Authority (INA). 

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati berharap INA dapat meningkatkan semangat dan kreatifitas Kementerian Perhubungan dalam melihat INA sebagai salah satu tambahan institusi.

"Nanti juga diharapkan [INA] akan melahirkan instrumen-instrumen pembiayaan yang bisa meningkatkan kapasitas infrastruktur di bidang transportasi dan perhubungan," katanya dalam diskusi daring, Rabu (3/3/2021). 

Menkeu mengapresiasi Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi karena telah menunjukkan inisiatif dan kreatifitas yang sangat terbuka untuk terus mendukung pembangunan infrastruktur di bidang perhubungan yang tidak hanya mengandalkan APBN, tetapi juga melalui Kerja sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU), hingga Surat Berharga Syariah Negara (SBSN).

Kini dengan kehadiran INA, Sri Mulyani berharap Kemenhub di bawah kepemimpinan BKS dapat mengakselerasi pembangunan infrastruktur khususnya di sektor transportasi.

Sebab menurutnya, bangkitnya kembali sektor transportasi akan menandai pulihnya ekonomi Indonesia karena sektor ini merupakan salah satu sektor yang terpukul sangat dalam akibat Covid-19.

"Namun dalam waktu segera pada saat ekonomi pulih sektor transportasi akan menjadi sektor yang paling cepat untuk meningkat demand atau permintaannya, oleh karena itu kita perlu menyiapkan dari sisi kebutuhan masyarakat," ungkapnya.

Sementara itu, Menhub BKS menyebut INA merupakan langkah strategis untuk pembiayaan infrastruktur transportasi sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap APBN.

Menurut dia, jika infrastruktur dibiayai dengan utang jangka pendek, maka biayanya akan semakin tinggi. Tetapi dengan kehadiran INA maka menjadi alternatif baru bagi pemerintah untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan pembangunan yang tepat waktu.

"Saya meyakini pembangunan pelabuhan, bandara, LRT, MRT, hingga terminal bus di seluruh Indonesia akan segera terealisasi dengan adanya LPI [INA/SWF] ini," imbuhnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kemenhub sovereign wealth fund
Editor : Amanda Kusumawardhani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top