Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jokowi Ingin Ekonomi RI 2021 Lampaui Prediksi IMF, Bank Dunia & OECD

Sejumlah lembaga keuangan dunia seperti IMF, Bank Dunia dan OECD memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun 2021 akan tumbuh positif di kisaran 4-5 persen.
Aprianus Doni Tolok
Aprianus Doni Tolok - Bisnis.com 25 Februari 2021  |  17:18 WIB
Presiden Joko Widodo menyampaikan arahan pada Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, 2 November 2020  -  Youtube Setpres
Presiden Joko Widodo menyampaikan arahan pada Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, 2 November 2020 - Youtube Setpres

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku optimistis kondisi perekonomian Indonesia pada 2021 akan membaik. Bahkan, pertumbuhan ekonomi diperkirakan bisa tumbuh positif di atas 4-5 persen.

Jokowi menyatakan bahwa berdasarkan prediksi dari sejumlah lembaga keuangan dunia seperti IMF, Bank Dunia dan OECD, pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun 2021 akan tumbuh positif di kisaran 4-5 persen.

Namun, dia meminta agar seluruh pihak bekerja keras agar realisasinya bisa lebih baik dari perkiraan sejumlah lembaga keuangan dunia tersebut.

"Kita harus membuktikan bahwa Indonesia bisa lebih baik dari yang diperkirakan. Syaratnya sederhana, energi bangsa harus bersatu, harus fokus untuk menangani krisis kesehatan dan mendongkrak pertumbuhan ekonomi yang berkualitas,” kata Jokowi dalam pidato kunci pada CNBC Indonesia Economic Outlook 2021 secara virtual dari Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (25/02/2021).

Presiden Jokowi mengatakan Indonesia telah melampaui masa tersulit akibat pandemi Covid-19 yang telah berlangsung selama satu tahun. Presiden meyakini tahun 2021 adalah tahun kebangkitan bagi bangsa Indonesia.

“Kita sudah melampaui masa tersulit pertumbuhan ekonomi kita. Sekarang ini, tahun 2021 adalah masa recovery, masa kebangkitan yang harus kita sambut dengan optimisme, antusias, dan kerja keras, penuh keberanian,” ujarnya.

Jokowi menekankan bahwa kemampuan dalam mengatasi pandemi adalah kunci pemulihan ekonomi. Penanganan pandemi dilakukan Pemerintah secara berkelanjutan dengan terus menggerakkan disiplin penerapan-penerapan protokol kesehatan 3M (mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak), menguatkan 3T (testing, tracing, treatment), melaksanakan kebijakan PPKM (Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) skala mikro, serta melakukan vaksinasi Covid-19.

Pemerintah sejak 13 Januari lalu telah melaksanakan program vaksinasi yang diberikan secara gratis pada masyarakat. Setelah pada tahap pertama dilakukan vaksinasi kepada tenaga Kesehatan, pada tahap kedua yang tengah berlangsung pemerintah menyasar petugas dan pelayan publik serta masyarakat kelompok usia 60 tahun ke atas.

Selain itu, ungkap Kepala Negara, Pemerintah juga mengawal percepatan di klaster-klaster padat sehingga kekebalan komunal atau herd immunity dapat segera tercapai.

“Saya mengharapkan partisipasi dari seluruh pihak untuk mendukung vaksinasi ini. Indonesia harus segera aman dari COVID-19 dan kita tunjukan kepada dunia bahwa kita termasuk berada di barisan terdepan dalam menangani krisis yang melanda dunia ini,” ujarnya.

Lebih lanjut, Presiden mengatakan, kecepatan dalam penanganan krisis kesehatan juga selaras dengan upaya percepatan pemulihan ekonomi nasional (PEN).

Diungkapkannya, tahun 2021 ini Pemerintah telah menyiapkan anggaran sebesar Rp372 triliun untuk mempercepat PEN.

Berbagai stimulus juga telah diberikan untuk memulihkan sisi permintaan dan penawaran, baik melalui program bantuan sosial (bansos), Program Keluarga Harapan (PKH), subsidi gaji, Kartu Prakerja, program Padat Karya Tunai (PKT), Bantuan Produktif bagi UMKM, serta relaksasi maupun restrukturisasi pinjaman, keringanan pajak, dan kemudahan-kemudahan lainnya.

Program padat karya dan belanja pemerintah lainnya dapat menciptakan lapangan pekerjaan dalam jangka pendek. Untuk itu, Presiden menekankan pentingnya peran sektor usaha dalam penciptaan lapangan kerja yang berkelanjutan.

“Penciptaan dan perluasan lapangan kerja secara berkelanjutan adalah dari para pelaku usaha di sektor swasta. Baik itu menghidupkan kembali usaha-usaha yang sudah berjalan maupun merintis pembukaan usaha-usaha baru,” ujarnya.

Lebih lanjut, Presiden menyampaikan, Pemerintah juga sudah mempersiapkan upaya PEN, salah satunya melalui reformasi struktural yang tertuang dalam Undang-Undang Cipta Kerja beserta peraturan pelaksanaannya.

“Undang-Undang Cipta Kerja dan aturan turunannya, PP dan Perpres, sudah selesai disiapkan yang memberikan kemudahan bagi pengembangan lapangan kerja, pembukaan lapangan kerja, dan dan pertumbuhan ekonomi,” tegasnya.

Presiden menambahkan, Lembaga Pengelola Investasi (LPI) atau Indonesia Investment Authority (INA) juga telah terbentuk sebagai upaya untuk memperoleh alternatif pembiayaan bagi pembangunan Indonesia.

“Modalitas kita yang kuat ini akan semakin efektif bergerak atas dukungan Bapak, Ibu, saudara-saudara semuanya. Sumbangsih dari para ekonom, pelaku usaha, dan investor dalam memformulasikan kebijakan ekonomi yang paling sesuai dengan kondisi Indonesia sangat berarti sehingga begitu pandemi selesai kita bisa tumbuh dengan baik,” tuturnya.

Presiden juga mengajak seluruh pihak untuk bekerja sama untuk bangkit dan pulih dari pandemi.

“Mari kita buktikan bahwa pertumbuhan ekonomi kita di tahun 2021 lebih tinggi dari yang telah diperkirakan, serta lapangan kerja terbuka dan kesejahteraan rakyat meningkat,” ungkapnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jokowi bank dunia Pertumbuhan Ekonomi imf oecd Covid-19
Editor : Fitri Sartina Dewi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top