Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ciptakan Lapangan Kerja, Jokowi Minta Bantuan Pengusaha

Jokowi berharap pihak swasta bisa membantu penciptaan dan perluasan lapangan kerja melalui pengembangan bisnis yang sudah ada, merintis dan memperluas bisnis baru.
Aprianus Doni Tolok
Aprianus Doni Tolok - Bisnis.com 25 Februari 2021  |  15:09 WIB
Presiden Joko Widodo saat membuka rapat terbatas mengenai Penanganan Pandemi Covid-19 dan Rencana Pelaksanaan Vaksinasi di Istana Negara, Rabu (6/1 - 2021) / Youtube Sekretariat Presiden
Presiden Joko Widodo saat membuka rapat terbatas mengenai Penanganan Pandemi Covid-19 dan Rencana Pelaksanaan Vaksinasi di Istana Negara, Rabu (6/1 - 2021) / Youtube Sekretariat Presiden

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengandalkan pelaku usaha swasta untuk menciptakan lapangan pekerjaan yang berkelanjutan selain melalui program padat karya dan belanja pemerintah.

"Melalui pogram padat karya dan belanja pemerintah lainnya, penciptaan lapangan kerja bisa diciptakan dalam jangka yang pendek, tetapi penciptaan dan perluasan lapangan kerja secara berkelanjutan adalah dari para pelaku usaha swasta,” kata Jokowi dalam acara CNBC Indonesia Economic Outlook 2021, dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (25/2/2021).

Pihak swasta, sambungnya, bisa membantu penciptaan dan perluasan lapangan kerja melalui pengembangan bisnis yang sudah ada, merintis dan memperluas bisnis baru.

Kepala Negara menilai, guna mendukung hal tersebut maka kredit perbankan harus terus dikucurkan untuk dunia usaha. Namun, hal itu tetap harus dilakukan dengan asas kehati-hatian yakni memperhatikan kesehatan bank itu sendiri.

“Saya senang memperoleh laporan bahwa rasio kewajiban penyediaan modal minimum masih di angka 23,78 persen dan bank telah menyediakan cadangan yang memadai jika ada peningkatan kredit yang berisiko,” ungkap Jokowi.

Sementara itu, Bank Indonesia (BI) sebelumnya melaporkan bahwa persepsi konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini tercatat melemah pada Januari 2021 jika dibandingkan dengan Desember 2020.

Dalam laporan Survei Konsumen, BI menyebut pelemahan ini terjadi karena diberlakukannya kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di beberapa wilayah, khususnya di Pulau Jawa dan Bali.

Kebijakan tersebut dinilai berdampak pada kembali menurunnya aktivitas ekonomi dan terbatasnya penghasilan masyarakat.

“Hal ini teriindikasi dari Indeks Ekonomi Saat Ini [IKE] Januari 2021 sebesar 63,0 lebih rendah dari 68,6 pada bulan sebelumnya,” tulis BI dalam laporannya, Senin (8/2/2021).

Adapun, penurunan IKE terjadi pada seluruh komponen penyusunnya, terdalam pada Indeks Ketersediaan lapangan kerja sebesar -10,3 poin menjadi 43,2.

Menurut kelompok pendidikan, penurunan Indeks Ketersediaan Lapangan Kerja terjadi pada seluruh kelompok pendidikan responden, terutama responden dengan latar belakang pendidikan akademi.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jokowi lapangan kerja padat karya
Editor : Fitri Sartina Dewi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top