Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

16 Mal Baru Masuk Saat Subsektor Pusat Perbelanjaan Masih Tertekan

Pada 2021 hingga 2022 akan masuk 16 mal baru meski sebelumnya tujuh proyek sempat menunda kehadirannya pada 2020, di tengah subsektor pusat perbelanjaan yang masih tertekan.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 19 Februari 2021  |  02:11 WIB
Satu mal di Jakarta tampak sepi saat pandemi Covid-19./Bisnis.com - Arief Hermawan
Satu mal di Jakarta tampak sepi saat pandemi Covid-19./Bisnis.com - Arief Hermawan

Bisnis.com, JAKARTA – Tingkat hunian atau okupansi rata-rata pusat perbelanjaan di Jakarta sepanjang semester II/2020 sebesar 82,9 persen, turun 4,5 persen yoy, ungkap konsultan properti Knight Frank Indonesia pada Kamis (18/2/2021).

Kendati okupansinya menurun, menurut Senior Research Advisor Knight Frank Indonesia Syarifah Syaukat, menuturkan tingkat hunia pusat perbelanjaan grade A dan premium grade A tetap tinggi masing-masing 86 persen dan 91,4 persen.

"Dari analisa kami, tingkat okupansi seluruh unit yang ada di pusat perbelanjaan di Jakarta dengan kelas premium grade A dan grade A memiliki tingkat okupansi cukup tinggi, di atas rata-rata," paparnya.

Okupansi yang melemah diikuti oleh harga sewa yang cenderung turun, tidak hanya di premium grade A dan grade A, melainkan juga kelas di bawahnya.

Syarifah memprediksi tren penurunan okupansi dan harga sewa akan berlanjut pada 2021. "Penurunan okupansi dan harga sewa kami prediksikan akan berlanjut hingga 2021. Kemungkinan akan mulai meningkat seiring dengan kesuksesan vaksinasi dan program pemulihan ekonomi yang berjalan."

Di tengah koreksi yang terjadi, diperkirakan pada 2021 hingga 2022 akan masuk 16 proyek pusat perbelanjaan baru. Meski sebelumnya, tujuh proyek sempat menunda kehadirannya pada 2020.

Berdasarkan dinamika pasar yang dicatat Knight Frank Indonesia, inovasi dari pusat perbelanjaan dari pengembang terkemuka masih mampu menggerakkan minat masyarakat untuk sejenak menghibur diri sejenak dengan pergi ke mal, meski dengan durasi yang tidak seperti sebelum pandemi.

Country Head Knight Frank Indonesia Willson Kalip mengatakan pusat perbelanjaan dengan konsep dan inovasi yang memberikan penyegaran masih menjadi pilihan masyarakat untuk berinteraksi di perkotaan, terutama ritel yang memiliki akses lokasi yang relatif dekat dengan permukiman.

Selain itu, inovasi kanal penjualan dan pemasaran dalam bentuk pemanfaatan omni channel (online dan offline) menjadi salah satu solusi bertahan untuk menarik minat konsumen berbelanja di tengah pandemi Covid-19.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pusat perbelanjaan bisnis properti

Sumber : Antara

Editor : M. Syahran W. Lubis
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top