Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Antisipasi Lonjakan Penumpang KRL, BPTJ Siagakan Bus Alternatif

Angkutan bus alternatif ini benar-benar hanya dioperasikan apabila terjadi lonjakan penumpang pada waktu tertentu.
Rahmi Yati
Rahmi Yati - Bisnis.com 31 Januari 2021  |  16:07 WIB
Rangkaian kereta rel listrik (KRL) melintas di kawasan Tanah Abang, Jakarta, Minggu (19/4/2020). Bisnis - Arief Hermawan P
Rangkaian kereta rel listrik (KRL) melintas di kawasan Tanah Abang, Jakarta, Minggu (19/4/2020). Bisnis - Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintah kembali menghadirkan layanan angkutan bus alternatif guna mengantisipasi lonjakan penumpang KRL komuter Jabodetabek. Kendaraan hanya akan dioperasikan pada hari dan jam tertentu yang berpotensi terjadi lonjakan penumpang KRL.

Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Polana B. Pramesti menyebutkan bahwa angkutan bus alternatif ini benar-benar hanya dioperasikan apabila terjadi lonjakan penumpang pada waktu tertentu. Jika tidak terjadi lonjakan, bus tidak akan dioperasikan.

"Sesuai dengan aturan yang berlaku baik PPKM [pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat] maupun PSBB [pembatasan sosial berskala besa], selama masa pandemi kegiatan masyarakat pada dasarnya dibatasi. Penyelenggaraan transportasi publik tetap berjalan hanya untuk memberi layanan kepada masyarakat yang masih harus beraktivitas dengan tetap konsisten menjalankan protokol kesehatan," ujar Polana melalui siaran pers, Minggu (31/1/2021).

Operasional bus alternatif tersebut telah dimulai sejak awal Januari 2021 dan diharapkan berlangsung hingga Juni 2021.

Meski layanan bus diberikan secara gratis, Polana meminta agar keberadaan angkutan ini tidak memberi kelonggaran terhadap masyarakat yang tetap harus mematuhi pembatasan kegiatan selama masa pandemi.

Sebagaimana diketahui, sejak berkembangnya virus Covid-19, hingga saat ini jumlah penumpang KRL dibatasi hingga hanya 35 persen—40 persen.

Meski pemerintah telah menerapkan PPKM, ternyata pada waktu tertenti terutama pada Senin pagi masih sering terjadi lonjakan penumpang KRL di titik-titik tertentu seperti di sekitar stasiun di wilayah Bogor dan Stasiun Cikarang, Bekasi menuju Jakarta yang menyebabkan physical distancing tidak maksimal.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

krl BPTJ-Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek
Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top