Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tren Perdagangan RI 2021, Ini Dinamikanya

Kementerian Perdagangan menyatakan pertumbuhan perdagangan Indonesia akan dipengaruhi oleh sejumlah faktor pada tahun ini.
Iim Fathimah Timorria
Iim Fathimah Timorria - Bisnis.com 29 Januari 2021  |  13:52 WIB
Suasana Terminal 3 Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (12/1/2021). ANTARA FOTO - Muhammad Adimaja
Suasana Terminal 3 Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (12/1/2021). ANTARA FOTO - Muhammad Adimaja

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Perdagangan menyatakan ada sejumlah hal yang akan menentukan tren pertumbuhan perdagangan Indonesia pada tahun ini.

Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Kasan mengatakan hal tersebut akan sangat dipengaruhi oleh faktor internal di dalam negeri dan eksternal di negara tujuan.

Faktor internal yang utama saat ini adalah upaya penanganan pandemi Covid-19 di dalam negeri. Hal ini karena penanganan pandemi turut mempengaruhi kondisi ekonomi, yang juga akan berdampak pada perdagangan.

“Tingkat pemulihan yang juga berdampak ke perdagangan akan dibaca sebagai kondisi yang gradual sampai awal tahun depan. Faktor internal lainnya meliputi dukungan fiskal yang dilakukan pemerintah untuk memulihkan ekonomi dan menemukan cara untuk mendorong konsumsi di dalam negeri, terutama kelas menengah karena porsinya yang lebih besar daripada kelas atas,” ungkap Kasan, dikutip dari keterangan resminya, Jumat (29/1/2021).

Sementara itu, faktor eksternal meliputi kondisi pandemi Covid-19 di negara tujuan yang mempengaruhi kebijakan karantina wilayah di negara tersebut.

Selain itu, Kasan juga berharap faktor eksternal lainnya seperti kondisi geopolitik dan isu perang dagang dapat melunak di tahun ini.

Secara umum, dia mengemukakan Kemendag akan melakukan sejumlah upaya untuk menggenjot ekspor yakni menjaga pasar dan ekspor produk utama Indonesia dan meningkatkan penetrasi ke pasar nontradisional.

“Nilai ekspor ke pasar-pasar nontradisional relatif belum signifikan, tetapi pasar nontradisional seperti Timur Tengah, Afrika, dan Amerika Latin memiliki potensi yang cukup besar,” tuturnya.

Kasan menambahkan melalui program peningkatan ekspor, Kemendag terus berupaya meningkatkan ekspor produk-produk yang bernilai tambah.

“Upaya ini ditempuh melalui program pengembangan produk ekspor, pengembangan sumber daya manusia di bidang ekspor, dan promosi dagang. Kemendag akan terus memfasilitasi pengusaha Indonesia untuk melakukan promosi ke berbagai negara,” ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perdagangan internasional kemendag Covid-19
Editor : Amanda Kusumawardhani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top