Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Target Investasi 2020-2024 Dipatok Rp5.000 Triliun, Ini Sektor Sasaran BKPM

Ada beberapa staregi yang akan dilakukan pemerintah untuk memenuhi target tersebut. Salah satunya, adalah mendorong investasi di sektor industri manufaktur yang dapat menjadikan Indonesia sebagai basis produksi dan berorientasi ekspor.
Maria Elena
Maria Elena - Bisnis.com 28 Januari 2021  |  19:06 WIB
Deputi Bidang Pengembangan Iklim Penanaman Modal BKPM Yuliot (kanan) bersama Direktur Fasilitas Promosi Daerah Indra Darmawan menjawab pertanyaan wartawan, di Jakarta, Rabu (6/3/2019). - Bisnis/Endang Muchtar
Deputi Bidang Pengembangan Iklim Penanaman Modal BKPM Yuliot (kanan) bersama Direktur Fasilitas Promosi Daerah Indra Darmawan menjawab pertanyaan wartawan, di Jakarta, Rabu (6/3/2019). - Bisnis/Endang Muchtar

Bisnis.com, JAKARTA - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) optimistis realisasi investasi akan mencapai Rp4.983,2 triliun pada 2024.

Jumlah tersebut berdasarkan akumulasi realisasi investasi pada 2020 yang tercatat sebesar Rp826,3 triliun dan target investasi hingga 2024.

Pada tahun ini, target investasi ditetapkan sebesar Rp858,5 triliun. Sementara pada 2022, 2023, dan 2024 masing-masingnya ditetapkan sebesar Rp968,4 triliun, Rp1.099,8 triliun, dan Rp1.239, triliun.

Adapun, pemerintah juga mematok target investasi sektor usaha sekunder bisa meningkat, dari target Rp227,2 triliun di 2020 menjadi Rp646,1 triliun pada 2024.

Deputi Bidang Pengembangan Iklim Penanaman Modal BKPM Yuliot mengatakan ada beberapa staregi yang akan dilakukan pemerintah untuk memenuhi target tersebut.

Salah satunya, adalah mendorong investasi di sektor industri manufaktur yang dapat menjadikan Indonesia sebagai basis produksi dan berorientasi ekspor.

“Untuk mencapai target realisasi investasi 2020-2024 sebesar Rp.5000 triliun, strategi yang akan dilakukan menyasar industri manufaktur,” katanya kepada Bisnis, Kamis (28/1/2021).

Di samping itu, pemerintah akan menyasar industri manufaktur hilirisasi produk tambang, pertanian, energi, dan petrokimia, serta investasi berbasis produksi kendaraan listrik.

Yuliot mengatakan, pemerintah juga akan gencar melakukan promosi investasi dengan target investasi besar yang meningkatkan nilai tambah sumber daya alam (SDA) di dalam negeri.

“Industri padat karya juga tetap jadi andalan bagi penciptaan lapangan kerja,” tuturnya.

Lebih lanjut, pemerintah akan terus berupaya meningkatkan keterlibatan pengusaha dalam negeri dalam rantai pasok industri, terutama UMKM dalam kemitraan usaha.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

investasi manufaktur bkpm
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top