Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BKPM Proyeksi Realiasi Investasi Bisa Capai Rp5.000 Triliun hingga 2024

Untuk itu, BKPM mengajak industri perbankan untuk secara bersama merealisasikan target tersebut dengan menyediakan pembiayaan kepada para investor.
Maria Elena
Maria Elena - Bisnis.com 28 Januari 2021  |  15:43 WIB
Presiden Joko Widodo (tiga kanan) didampingi Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia (tiga kiri), Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir (kiri), Bupati Batang Wihaji (empat kiri) dan jajaran menteri lainnya berbincang saat peninjauan Kawasan Industri Terpadu Batang dan Relokasi Investasi Asing ke Indonesia di Kedawung, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Selasa (30/6/2020).  - ANTARA
Presiden Joko Widodo (tiga kanan) didampingi Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia (tiga kiri), Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir (kiri), Bupati Batang Wihaji (empat kiri) dan jajaran menteri lainnya berbincang saat peninjauan Kawasan Industri Terpadu Batang dan Relokasi Investasi Asing ke Indonesia di Kedawung, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Selasa (30/6/2020). - ANTARA

Bisnis.com, JAKARTA - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menargetkan realisasi investasi di Indonesia dapat mencapai Rp5.000 triliun hingga 2024.

Deputi Bidang Pengembangan Iklim Penanaman Modal BKPM Yuliot optimistis target tersebut akan terpenuhi seiring dengan tercapainya target realisasi investasi pada 2020, yaitu sebesar Rp826,3 triliun.

Sementara pada tahun ini, Presiden Joko Widodo memberikan target yang lebih tinggi kepada BKPM, sebesar Rp900 triliun, dari yang seharusnya Rp817,2 triliun.

Yuliot pun mengajak industri perbankan untuk secara bersama merealisasikan target tersebut dengan menyediakan pembiayaan kepada para investor.

“Kalau kita totalkan target 2020 sampai 2024, targetnya hampir Rp5000 triliun. Jadi ini merupakan target kita bersama baik BKPM sebagai penanggung jawab, tapi dari sisi pembiayaan perbankan pun ikut terlibat dalam meningkatkan realisasi investasi,” katanya dalam Webinar BRI Group Economic Forum 2021, Kamis (28/1/2021).

Adapun pada 2020 lalu, BKPM mencatat investasi yang mencapai Rp826,3 triliun ini mengalami pertumbuhan 2,1 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). Jika dirincikan, penanaman modal asing (PMA) tercatat sebesar Rp412,8 triliun atau mencapai 49,9 persen dari total investasi 2020. Jumlah tersebut mengalami penurunan sebesar 2,4 persen sebesar

Sementara, penanaman modal dalam negeri (PMDN) tercatat mencapai Rp413,5 triliun, meningkat 7 persen dari tahun sebelumnya.  Total PMDN ini setara dengan 50,1 persen dari total investasi pada 2020. 

Yuliot optimistis ekonomi Indonesia pada tahun ini akan mengalami pemulihan dengan pertumbuhan yang mencapai sekitar 5 persen.

Namun, untuk mencapai angka pertumbuhan tersebut, dia mengatakan jumlah investasi yang dibutuhkan mencapai Rp5.800 hingga Rp5.900 triliun. Dari jumlah tersebut, BKPM mendorong peran swasta yang lebih besar. Pasalnya, kontribusi swasta, baik dalam negeri maupun penanaman modal asing diharapkan bisa berkontribusi hingga 85-90 persen.

“Untuk bisa mendorong perekonomian, kontribusi dari pemerintah hanya 5-7 persen, BUMN 5-8 persen, diharapkan swasta dalam negeri dan PMA kontribusinya sampai 85-90 persen,” ujarnya.

TahunTarget Realisasi Investasi
2020Rp817,2 triliun
2021Rp858,5 triliun
2022Rp968,4 triliun
2023Rp1.099,8 triliun
2024Rp1.239,1 triliun
TotalRp4.983,2 triliun
Sumber: BKPM, diolah

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

investasi bkpm
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top