Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

2020 Tahun Suram bagi Pembuat Pesawat Asal Negeri Paman Sam

Boeing menyelesaikan tahun 2020 dengan 157 pengiriman, sedangkan saingannya dari Eropa, Airbus menyelesaikan tahun itu dengan 566 pengiriman.
Zufrizal
Zufrizal - Bisnis.com 13 Januari 2021  |  07:02 WIB
Boeing 737 MAX yang merupakan pesawat buatan Boeing yang paling banyak diminati.  - Boeing
Boeing 737 MAX yang merupakan pesawat buatan Boeing yang paling banyak diminati. - Boeing

Bisnis.com, JAKARTA — Boeing Co. mendapat lonjakan pesanan dan pengiriman pesawat baru pada Desember 2020, tetapi itu tidak cukup untuk menyelamatkan tahun yang buruk bagi pembuat pesawat itu.

Boeing yang berbasis di Chicago, AS, seperti dikutip dari https://apnews.com/, Rabu (13/1/2021), melaporkan lebih banyak pembatalan daripada pesanan baru untuk jet 737 Max-nya, yang dihentikan selama 21 bulan setelah kecelakaan di Indonesia dan Ethiopia menewaskan 346 orang.

Pasar pesawat baru tetap tertekan oleh pandemi, yang telah menghancurkan perjalanan udara dan menyebabkan maskapai penerbangan mempertimbangkan kembali pembelian pesawat. Terlepas dari angka Desember, angka setahun penuh Boeing untuk 2020 masih menurun dari 2019.

Boeing menyelesaikan tahun 2020 dengan 157 pengiriman, termasuk pesawat yang diserahkan ke maskapai kargo dan pelanggan militer. Angka itu turun dari 380 pengiriman pada 2019. Saingan Eropa Airbus menyelesaikan tahun itu dengan 566 pengiriman.

Pengiriman sangat penting karena pembuat pesawat mendapatkan banyak uang saat pesawat dikirimkan. Kekurangan uang tunai selama Max di-grounding membuat Boeing telah meminjam miliaran dolar dan memangkas ribuan pekerjaan untuk mengurangi biaya.

Keputusan Federal Aviation Administration pada November untuk menyetujui perubahan pada sistem kontrol penerbangan pada Max memungkinkan Boeing untuk melanjutkan pengiriman peswat-pesawat yang dibuat sebelumnya kepada pelanggan maskapai. Boeing mengirimkan 39 pesawat pada Desember 2020, termasuk 28 Max, 10 di antaranya dikirim ke American Airlines dan 8 ke United Airlines.

Boeing melaporkan 90 pesanan baru pada Desember. Sebagian besar, 75 unit, datang dalam satu pesanan yang diumumkan sebelumnya oleh maskapai berbiaya murah Irlandia Ryanair. Jumlah tersebut termasuk pesanan pengangkut kargo DHL untuk delapan kargo Boeing 777.

Namun, Boeing juga melaporkan pesanan yang dibatalkan untuk 105 pesawat Max, semuanya kecuali lima oleh perusahaan leasing yang khawatir akan sulit menemukan operator untuk mengambil pesawat tersebut.

Jumlah tersebut tidak termasuk keputusan Alaska Airlines untuk membeli 23 jet Max lagi. Kesepakatan itu diumumkan bulan lalu, tetapi akan dilaporkan dengan pesanan Januari, kata juru bicara Boeing.

Untuk tahun 2020, pesanan turun menjadi 184 dibandingkan dengan 246 pada 2019, sedangkan Airbus melaporkan 383 pesanan pada tahun lalu.

Boeing mengatakan memiliki backlog hampir 3.300 pesanan yang belum terpenuhi untuk Max dan sekitar 4.200 untuk semua pesawat, termasuk kargo kargo.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sriwijaya Air boeing boeing 737
Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top