Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

AP II: Bandara Soekarno-Hatta Cocok Buat Promosi Produk UMKM

Angkasa Pura II mengklaim Bandara Soekarno-Hatta cocok untuk melakukan promosi produk UMKM dalam program Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI).
Rio Sandy Pradana
Rio Sandy Pradana - Bisnis.com 11 Januari 2021  |  12:33 WIB
Ilustrasi. Penumpang pesawat berada di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang.  - Bisnis.com
Ilustrasi. Penumpang pesawat berada di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang. - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA - PT Angkasa Pura II (Persero) atau AP II menilai Bandara Soekarno-Hatta merupakan lokasi yang tepat untuk mempromosikan produk UMKM dalam negeri dalam program Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI).

Direktur Utama AP II Muhammad Awaluddin sejalan dengan peluncuran Gernas BBI hari ini, sejumlah booth dan showcase dibangun di area kedatangan domestik Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta untuk mempromosikan produk-produk dalam negeri UMKM dari sejumlah provinsi.

“Setiap harinya pergerakan penumpang di Bandara Soekarno-Hatta sekitar 200.000 orang sehingga menjadi lokasi yang tepat untuk mempromosikan produk-produk dalam negeri kepada masyarakat luas," kata Awaluddin dalam siaran pers, Senin (11/1/2021).

Dia menuturkan menyiapkan satu lokasi khusus untuk pengembangan UMKM yakni di area Small, Micro & Medium Business Incubator with Learning and Experience Center (SMMILE Center) yang terletak di Plaza Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta. Di SMMILE Center, pengembangan UMKM dilakukan mulai dari inkubasi, pelatihan hingga pembiayaan.

Selain itu, PT Angkasa Pura II menyiapkan sekitar 100 ruang usaha bagi UMKM di 19 bandara perseroan dengan tarif sewa khusus 50 persen dari biaya normal. Perseroan berharap program tersebut dapat mendukung UMKM yang merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia.

Pada tahun ini, PT Angkasa Pura II juga mendorong optimalisasi program Pasar Digital (PaDi) UMKM yang digalakkan Kementerian BUMN. Melalui program PaDi, kesempatan UMKM untuk ikut serta dalam pekerjaan dari BUMN lebih luas.

Awaluddin mengatakan tender proyek senilai Rp250 juta hingga Rp14 miliar akan dikhususkan bagi UMKM.

“Kami melakukan penataan jenis pekerjaan apa saja yang sesuai dengan program PaDi Kementerian BUMN untuk dapat dilakukan oleh UMKM,” jelasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

angkasa pura ii
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top