Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Roda Maju Proyeksi Permintaan Sepeda Melambat, Harga Turun

PT Roda Maju Bahagia memproyeksi permintaan sepeda pada tahun ini akan turun sekitar 20-30 persen secara global setelah melejitnya permintaan sepeda pada tahun lalu.
Ipak Ayu H Nurcaya
Ipak Ayu H Nurcaya - Bisnis.com 11 Januari 2021  |  16:43 WIB
PT Roda Maju Bahagia adalah perusahaan manufakturing sepeda merek Element MTB, Police Bike, Camp, Ion, dan Capriolo.  - PT Roda Maju
PT Roda Maju Bahagia adalah perusahaan manufakturing sepeda merek Element MTB, Police Bike, Camp, Ion, dan Capriolo. - PT Roda Maju

Bisnis.com, JAKARTA — PT Roda Maju Bahagia memproyeksi permintaan sepeda pada tahun ini akan turun sekitar 20-30 persen secara global setelah melejitnya permintaan sepeda pada tahun lalu. Baginya, 2020 merupakan tahuh yang berkah untuk produk sepeda.

Chief Executive Officer PT Roda Maju Bahagia (RMB) Hendra mengatakan pelambatan permintaan tersebut di antaranya dipengaruhi oleh daya beli sudah berkurang. Oleh karena itu, perseroan menerapkan sejumlah strategi untuk menghadapinya.

"Sekarang daya beli sudah berkurang jadi price barang lebih murah. Jadi, strategi kami saat ini ialah banyak kolaborasi dengan influencer atau artis dan brand seperti Sosro dan Pocari, juga support acara sepeda seperti GFNY Bali dan Jamselimnas Bali, juga instansi Kementerian dalam program Wonderfull Indonesia," katanya kepada Bisnis, Senin (11/1/2020).

Dia meyakini produk perseroan yakni Sepeda Element masih aman di tengah pelambatan laju permintaan. Hal ini, menurutnya, karena telah memiliki ceruk pasar tersendiri. Secara unit akan tetap bertahan, tetapi omzet penjualan berkurang karena harga turun.

Meski demikian, Hendra mengemukakan, tren bersepeda di masa mendatang masih tetap kuat meski akan menurun akibat faktor musim hujan dan new normal jika kegiatan bekerja dan sekolah sudah dimulai.

Sementara kondisi daya beli yang turun tentu akan menjadi pemberat kinerja produksi perseroan tahun ini. Belum lagi faktor ekonomi yang tidak menentu akibat pandemi Covid-19 yang juga belum jelas arahnya.

Untuk itu, perseroan pun tak menaruh target tinggi pada tahun ini atau akan moderat seperti tahun lalu di mana proyeksi penjualan sepeda milik perseroan sebesar 250.000 unit.

Prinsipnya bagi Hendra, tahun ini merupakan pencarian titik stabil dari penjualan sepeda. Pasalnya penjualan yang melesat tahun lalu terjadi hingga September dan saat ini arahnya sedang menurun serta menunggu kondisi stabil untuk beberapa bulan agar selanjutnya bisa kembali naik.

Selain PT RMB, perseroan juga memiliki PT Pangeran Maju Bahagia yang berfokus pada produksi mainan dan PT Cahaya Maju bahagia yang bergerak di bidang gerobak sorong. Dari ketiga perseroan tersebut, tahun lalu perseroan mampu meraup omset hingga Rp1,3 triliun naik dari periode 2019 Rp450 miliar.

"Tahun ini untuk 3 perusahaan Rp1 triliun saja jangan banyak-banyak nanti malah kecewa kalau tidak sampai target," ujar Hendra.

Sisi lain, tahun ini perseroan juga memiliki fokus untuk merealisasikan rencana ekspor di India dan Eropa. Namun, saat ini rencana tersebut cukup dihambat oleh ketersediaan bahan baku spareparts yang belum pasti.

"Jadi kami akan ekspansi pabrik untuk menambah kapasitas perseroan. Posisi pabrik searang luas tanahanya 2,5 hektare dengan bangunan depan sudah 14.000 m dan belakang 5.000 termasuk yang baru. Nantinya total luas bangunan akan 19.000 sampai Febuari. Kemudian ada penambahan tanah baru 2,1 hektare sehingga total luas tanah pabrik nantinya 4,6 hektare," ujarnya.

Namun, Hendra menyebut tahun ini peningkatan kapasitas belum akan signifikan karena proses perlusan pabrik bisa memakan waktu hingga setahun dan kondisi Covid-19 yang masih memberikan resiko besar jika harus menambah karyawan.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Industri Sepeda Pabrik Sepeda
Editor : Fatkhul Maskur

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top