Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Manifes Penumpang Sriwijaya SJ182 62 Orang, ada 7 Anak dan 3 Bayi

Total penumpang pesawat Sriwijaya Air SJ182 sebanyak 50 orang beserta 12 kru. Dari 50 penumpang, perinciannya terdiri atas 43 penumpang dewasa, 7 anak-anak, dan 3 bayi.
Petugas sedang melakukan prosedur disinfeksi di salah satu pesawat milik Sriwijaya Air./Dok. Istimewa
Petugas sedang melakukan prosedur disinfeksi di salah satu pesawat milik Sriwijaya Air./Dok. Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA -- Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi memastikan total penumpang pesawat Sriwijaya Air SJ182 sebanyak 62 terdiri dari 50 orang beserta 12 kru.

Adapun dari 50 penumpang, perinciannya terdiri atas 43 penumpang dewasa, 7 anak-anak, dan 3 bayi.

"Total penumpang pesawat Sriwijaya Air SJ182 sebanyak 50 orang beserta 12 kru. Dari 50 penumpang, perinciannya terdiri atas 43 penumpang dewasa, 7 anak-anak, dan 3 bayi," ujar Budi dalam konferensi pers, Sabtu (9/1/2021).

Sesuai dengan jadwal, pesawat tersebut seharusnya take off sekitar pukul 13.25 wib dan mendarat pukul 15.15 wib. Namun, keberangkatan ditunda dan dijadwalkan mendarat di Pontianak sekitar 15.50 wib.

Diberitakan sebelumnya, Puing badan pesawat Sriwijaya Air yang hilang kontak pada Sabtu (1/9/1/2021) ditemukan di perairan Kepulauan Seribu.

Kasie Pemerintahan Kecamatan di Kabupaten Kepulauan Seribu Surachman mengatakan puing badan pesawat berwarna biru ditemukan oleh nelayan di sekitar perairan. Puing-puing dievakuasi menggunakan peralatan seadanya milik nelayan.

"Nelayan menjadi saksi mata awal jatuhnya pesawat Sriwijaya air. Puing badan pesawat berwarna biru ditemukan di perairan kepulauan seribu dan dievakuasi menggunakan peralatan sederhana nelayan," ujarnya mengutip siaran langsung yang disiarkan Kompas TV, Sabtu (9/1/2021).

Menurut kesaksian nelayan, lanjut Surachman, jarak antara saksi dan lokasi jatuhnya pesawat tidak begitu jauh dan terdengar 2 kali ledakan di bawah laut. Pada saat itu, cuaca dilaporkan sedang hujan deras.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Rahmad Fauzan
Editor : Edi Suwiknyo
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper