Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Fasilitas Downstream Bio Farma Dinyatakan Siap Produksi Vaksin Covid-19

Menteri BUMN Erick Thohir memastikan kesiapan fasilitas produksi downstream Bio Farma untuk vaksin Covid-19 berkapasitas sebesar 250 juta dosis, termasuk fasilitas produksi 100 juta dosis sudah mendapatkan sertifikat Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) dari Badan POM.
Fatkhul Maskur
Fatkhul Maskur - Bisnis.com 09 Januari 2021  |  19:51 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir, mengunjungi Bio Farma, Kamis (7/1 - 2021). Kementerian BUMN
Menteri BUMN Erick Thohir, mengunjungi Bio Farma, Kamis (7/1 - 2021). Kementerian BUMN

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri BUMN Erick Thohir memastikan kesiapan fasilitas produksi downstream Bio Farma untuk vaksin Covid-19 berkapasitas sebesar 250 juta dosis, termasuk fasilitas produksi 100 juta dosis sudah mendapatkan sertifikat Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) dari Badan POM.

“Alhamdulillah Bio Farma sudah memastikan fasilitas produksinya dengan baik, dan memastikan infrastruktur vaksin baik untuk distribusi, produksi sudah sesuai dengan standar yang berlaku, mudah-mudahan vaksinasi ini bisa berjalan dengan baik,” ujar Erick seperti dikutip dalam keterangan pers Kementerian BUMN, Sabtu (9/1/2021).

Menteri Erick mengunjungi Bio Farma untuk memastikan Bio Farma sudah menjalankan tugas dari pemerintah sebagai penyedia vaksin Covid-19, Kamis (7/1/2021). Ia memulai dengan pemeriksaan kesiapan fasilitas Command Center, sebagai bagian dari Sistem Manajemen Distribusi Vaksin (SMDV) dari mulai Gudang Bio Farma sampai titik pengantaran vaksin.

“Adanya command center ini membuktikan Bio Farma, Kementerian BUMN, serius menjalankan tugasnya, dalam hal mengirimkan vaksin Covid-19 ke 34 provinsi dan terkirim dengan baik. Saya memohon dengan hormat kepada para pimpinan daerah, untuk menjaga suhu agar terjaga antara suhu 2 - 8 derajat Celcius, jangan sampai ada kegagalan dalam penyimpanan, karena kalau di luar suhu tersebut, kualitasnya akan terganggu”, ujar Erick.

Erick juga menegaskan vaksin-vaksin Covid-19 yang akan digunakan oleh pemerintah Indonesia telah terdaftar dalam list Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan tengah melalui uji klinis.

“Sejak awal saya mengemukakan vaksin-vaksin (Covid-19) yang digunakan oleh pemerintah adalah vaksin yang sudah tercantum di daftar WHO dan telah (atau tengah) melalui uji klinis," ujar Erick

Dalam kunjungan ini, Erick Thohir sempat mengunjungi gedung 43 Bio Farma, sebagai tempat penyimpanan (cold storage) vaksin Sinovac yang tiba pada 31 Desember 2020.

Holding BUMN Farmasi PT Bio Farma (Bio Farma) berupaya mengamankan lebih banyak dan ragam pasokan vaksin Covid-19 dengan menandatangani pembelian awal dengan pengembang asal Amerika dan Kanada, Novavax, dan pengembang vaksin dari Inggris dan Jerman, AstraZeneca, wujud komitmen dan kerja nyata untuk melindungi masyarakat dari risiko dan keluar dari pandemi COVID-19.

Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir menjelaskan kepada Erick Thohir Bio Farma sudah memastikan penyediaan vaksin sebanyak 225,5 juta dosis dan tambahan 104 juta dosis yang masih berproses dengan penyedianya, sehingga jumlah yang ada saat ini, akan inline dengan arah Presiden RI Joko Widodo.

“Sampai dengan saat ini, setidaknya Indonesia sudah mengamankan sebanyak 225,5 juta dosis, dan 104 juta dosis masih berproses. Sehingga total yang sudah diamankan oleh Indonesia sebanyak 329,5 juta dosis dari total kebutuhan 426 juta dosis, untuk masyarakat Indonesia, yang kita dapat dari berbagai sumber”, ujar Honesti.

Honesti menjelaskan bahwa untuk sistem distribusi vaksin, Bio Farma sudah memanfaatkan teknologi Internet of Things (IoT), dimana dalam proses pengantaran vaksin akan terpantau secara real time, sehingga Bio Farma bisa mengambil tindakan tertentu apabila terjadi kejadian yang tidak biasa pada vaksin.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bio farma Vaksin Covid-19
Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top