Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Harga Jual Hunian HDB Singapura Naik 2,9 Persen

Harga jual kembali hunian HDB naik 2,9 persen pada kuartal IV/2020 dibandingkan dengan 3 bulan sebelumnya, menurut perkiraan flash HDB terbaru yang dirilis pada Senin (4/1/2020).
M. Syahran W. Lubis
M. Syahran W. Lubis - Bisnis.com 04 Januari 2021  |  20:41 WIB
Unit properti mungil shoe-box di Singapura / Bloomberg - Seong Joon Cho
Unit properti mungil shoe-box di Singapura / Bloomberg - Seong Joon Cho

Bisnis.com, JAKARTA – Pasar penjualan kembali hunian di bawah Lembaga Perumahan dan Pembangunan Pemerintah Singapura (Housing Board/HDB) tetap kuat meskipun terdapat ketidakpastian makroekonomi yang disebabkan pandemi Covid-19 dan peningkatan pasokan rumah susun.

Harga jual kembali hunian HDB naik 2,9 persen pada kuartal IV/2020 dibandingkan dengan 3 bulan sebelumnya, menurut perkiraan flash HDB terbaru yang dirilis pada Senin (4/1/2020).

Ini menjadi kenaikan kuartalan ketiga berturut-turut dan kenaikan kuartalan terbesar lebih dari 9 tahun, di mana tertinggi terakhir yang tercatat adalah kuartal III/2011 ketika harga jual kembali hunian HDB naik 3,8 persen selama 3 bulan.

Kuartal IV/2020 juga mencatat kenaikan harga jual kembali HDB yoy paling tajam sejak kuartal III/2013, yang melonjak 6,5 persen.

Untuk keseluruhan tahun 2020, harga jual kembali naik 4,8 persen, lebih tinggi dari pertumbuhan 0,1 persen pada 2019 dan penurunan 0,9 persen pada 2018. Angka akhir, dengan data perumahan publik yang lebih terperinci, akan dirilis pada 22 Januari.

Kepala penelitian dan konsultasi OrangeTee & Tie Christine Sun mengatakan bahwa pemulihan pasar penjualan kembali HDB dapat dikaitkan dengan banyaknya perubahan kebijakan yang dibuat selama 2 tahun terakhir untuk membuat perumahan publik lebih terjangkau dan meningkatkan daya tarik rumah susun yang lebih tua.

Hal ini termasuk memberikan fleksibilitas yang lebih besar kepada pembeli dalam menggunakan Central Provident Fund (CPF) mereka untuk membeli flat yang lebih tua dan pengenalan Hibah Perumahan CPF yang Ditingkatkan untuk pembeli yang memenuhi syarat, yang memiliki plafon pendapatan yang lebih tinggi dan struktur hibah yang disederhanakan.

"Banyak rumah susun baru yang memiliki harga lebih tinggi juga telah ditransaksikan selama beberapa bulan terakhir, yang mungkin telah 'mengangkat' indeks harga secara keseluruhan pada kuartal terakhir," kata Sun.

Sun memperkirakan harga flat penjualan kembali HDB akan naik 2-5 persen tahun ini karena ekonomi Singapura secara bertahap pulih pada semester II/2021.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bisnis properti perumahan singapura

Sumber : The Straits Times

Editor : M. Syahran W. Lubis
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top