Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tahun Depan Industri Kimia Lebih Menantang

Hal itu sejalan dengan proyeksi Kementerian Perindustrian yang mencatat pertumbuhan industri bahan kimia dan barang dari bahan kimia tahun depan 3,68 persen lebih rendah dibanding proyeksi pertumbuhan tahun ini 5,20 persen.
Ipak Ayu H Nurcaya
Ipak Ayu H Nurcaya - Bisnis.com 30 Desember 2020  |  04:42 WIB
Micin atau MSG - ilustrasi
Micin atau MSG - ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA — Pelaku industri kimia dasar menilai tahun depan sejumlah tantangan besar masih akan menghadang.

Hal itu sejalan dengan proyeksi Kementerian Perindustrian yang mencatat pertumbuhan industri bahan kimia dan barang dari bahan kimia tahun depan 3,68 persen lebih rendah dibanding proyeksi pertumbuhan tahun ini 5,20 persen.

Ketua Umum Asosiasi Kimia Dasar Anorganik (Akida) Michael Susanto Pardi mengatakan analisa kami memang pertumbuhan tahun depan mungkin akan lebih rendah dari tahun ini.

Menurutnya, ada sejumlah kunci pendorong untuk pertumbuhan tahun depan tetapi yang paling penting adalah efektifitas vaksin. Pasalnya, hal itu akan memberikan rasa aman untuk masyarakat keluar rumah, bekerja, dan ujungnya pengeluaran di sektor riil seperti makanan, baju, dan lainnya.

"Menurut saya kalau kasus covid-19 bisa turun, ekonomi akan rebound dengan cepat sedangkan ini kita juga dikagetkan dengan info ada covid-19 strain baru yang bisa jadi game changer baru dan bisa membuat ekonomi mungkin turun atau bertahan di bawah," katanya kepada Bisnis, Selasa (29/12/2020).

Sisi lain, Michael mengemukakan saat ini masyarakat berada di titik kritikal, karena banyak yang sudah tidak betah di rumah dan banyak UMKM yang tutup karena banyak masyarakat yang pendapatannya berkurang. Untuk itu, pembukaan kegiatan ekonomi harus cepat dilakukan tentunya dengn protokol kesehatan yang aman.

Menurutnya apapun efektifitas vaksin ataupun Covid-19 dengan strain baru, masyarakat harus bisa kembali bekerja dan beraktifitas di normal baru dan tidak bisa kembali pada kondisi sebelum Covid-19. Pentingnya, menerapkan protokol kesehatan dan kebiasaan-kebiasaan baru harus terus dijalankan.

"Memang mencari titik keseimbangan antara protokol kesehatan dan ekonomi adalah sangat sulit, karena situasi sekarang adalah situasi baru yang dunia belum pernah alami," ujarnya.

Michael mengemukakan yang paling penting, pemerintah dan industri perlu melakukan langkah-langkah terbaik, melakukan analisa dan evaluasi apabila ada yang perlu di adjust dan segera lakukan tindakan koreksi.

"Tentu Try Fast, Fail Fast, Adjust Fast. Adaptive adalah kata kunci," kata Michael.

Adapun saat ini, Akida mendata rata-rata utilisasi industri kimia dasar masih di kisaran 40 persen. Pasalnya, utilisasi industri pengguna bahan kimia dasar masih berada di kisara 40-50 persen.

Sementara permintaan yang stabil datang dari industri hilir terkait personal care, kemasan untuk makanan, water treatment, minyak goreng, MSG atau bumbu perasa, dan sabun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

industri kimia dasar bahan kimia
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top