Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Industri Kimia Dasar Taksir Pemulihan Butuh 2 Tahun Lagi

Industri kimia dasar memproyeksi pemulihan industri pasca Covid-19 akan berkisar dua tahun ke depan. Untuk itu paling penting menjaga produk dalam negeri agar tidak diserang produk impor.
Ipak Ayu H Nurcaya
Ipak Ayu H Nurcaya - Bisnis.com 23 Oktober 2020  |  17:35 WIB
Situs Pabrik Semen Gresik. Dalam catatan Akida, volume impor kimia dasar anorganik pada 2019 diperkirakan mencapai 38.879 metrik ton. Angka tersebut naik sekitar 19,5 persen dari realisasi 2014 sekitar 32.365 metrik ton.  - Semen Gresik
Situs Pabrik Semen Gresik. Dalam catatan Akida, volume impor kimia dasar anorganik pada 2019 diperkirakan mencapai 38.879 metrik ton. Angka tersebut naik sekitar 19,5 persen dari realisasi 2014 sekitar 32.365 metrik ton. - Semen Gresik

Bisnis.com, JAKARTA — Industri kimia dasar memproyeksi pemulihan industri pasca Covid-19 akan berkisar dua tahun ke depan. Untuk itu paling penting menjaga produk dalam negeri agar tidak diserang produk impor.

Ketua Umum Asosiasi Kimia Dasar Anorganik (Akida) Michael Susanto Pardi mengatakan sebagai upaya pemulihan pihaknya telah menggelar diskusi dengan Bank Indonesia untuk mengajukan program relaksasi industri kimia. Pasalnya, pengusaha sepakat saat ini dibutuhkan kemudahan dalam bidang moneter untuk memperbaiki kondisi.

"Prediksi kami untuk pulih juga sekitar dua tahun kami telah meminta bantuan Bank Indonesia. Namun, paling penting adalah menjaga agar produk dalam negeri tidak di serang oleh produk impor," katanya kepada Bisnis, Jumat (23/10/2020).

Sebelumnya, Anggota Dewan Penasehat Akida Oki Intan juga berharap pemerintah dapat mengeluarkan kebijakan pelarangan impor produk kimia dan kegiatan impor hanya diijinkan jika dilakukan oleh produsen dan konsumen, bukan trader.

Oki menilai pelarangan impor oleh trader disebabkan oleh minimnya perlindungan pada konsumen dan nilai tambah yang diihasilkan. Seperti contoh, importir trader tidak wajib memiliki analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL) maupun mematuhi standar nasional indonesia (SNI).

Selain itu, Oki menilai volume impor kimia dasar anorganik sudah cukup meresahkan. "[Nilainya] naik dibandingkan dengan 2019 dan volumenya sudah besar pula," katanya.

Dalam catatan Akida, volume impor kimia dasar anorganik pada 2019 diperkirakan mencapai 38.879 metrik ton. Angka tersebut naik sekitar 19,5 persen dari realisasi 2014 sekitar 32.365 metrik ton.

Di samping itu, utilisasi industri kimia dasar anorganik menurun pada 2019 menjadi 78 persen dengan kapasitas produksi mencapai 9,7 juta ton.

Oki menilai pelarangan impor kimia dasar akan menyelamatkan produsen lokal dan berpotensi mengundang investasi asing ke dalam negeri. "Karena dilindungi oleh pemerintah agar produsen lokal tetap beroperasi secara maksimal," ucapnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kimia dasar Pemulihan Ekonomi Nasional
Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top