Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Mau Beli Apartemen Rp300 Jutaan di DKI? Coba Cek ke Pengembang Ini

Produk-produk yang memiliki lokasi strategis dan memiliki konekvitas dengan infrastruktur dan moda transportasi lebih diminati konsumen.
Zufrizal
Zufrizal - Bisnis.com 21 Desember 2020  |  17:44 WIB
Gambar Citra Landmark yang merupakan produk apartemen teranyar Ciputra Group yang berlokasi di Jakarta Timur. - Istimewa
Gambar Citra Landmark yang merupakan produk apartemen teranyar Ciputra Group yang berlokasi di Jakarta Timur. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA — Salah satu sektor industri yang cukup bertahan dalam kondisi ekonomi yang merosot adalah properti. Terbukti, sejak Maret hingga kini sektor properti masih kuat menghadapi krisis ekonomi yang terjadi akibat dari pandemi.

Hal ini ditandai dengan tetap dirilisnya produk properti tipe rumah dan unit apartemen dari beberapa pengembang. Penjualan tetap terjadi walaupun mungkin masih ada beberapa yang mengalami penurunan. Ini dapat menjadi indikasi positif bahwa prospek bisnis sektor properti pada tahun-tahun mendatang diharapkan akan terus membaik.

Tak dipungkiri, pemerintah dengan sekuat tenaga menjaga ritme ekonomi agar tak terperosok jauh ke dalam. Pemerintah memberi sejumlah insentif dan stimulus melalui keringanan suku bunga dan pajak. Peran dorongan pemerintah dan optimisme pelaku industri properti menjadi salah satu kunci bagi kembalinya sektor properti ke jalur sebelumnya.

Jika pandemi telah usai dan daya beli masyarakat kembali membaik, sektor properti diprediksi tumbuh pesat.

Andreas Raditya, General Manager Marketing Ciputra Group, mengatakan bahwa langkah Bank Indonesia pada November lalu kembali menurunkan suku bunganya bisa mempercepat pemulihan ekonomi nasional.

“Pada tengah November lalu suku bunga menjadi 3,75 persen. Hal ini sebagai langkah lanjutan untuk mempercepat pemulihan ekonomi nasional,” ujarnya melalui siaran pers, Senin (21/12/2020).

Oleh karena itu, jelang memasuki 2021, Raditya meyakini bahwa industri properti akan bergerak seperti sebelum pandemi.

Menurutnya, produk-produk yang memiliki lokasi strategis dan memiliki konekvitas dengan infrastruktur dan moda transportasi lebih diminati konsumen. “[Produk properti itu] dekat dengan jalan tol, dekat dengan moda transportasi seperti LRT, MRT, busway dan lainnya akan memudahkan beraktivitas.”

Selain itu, kondisi pasar yang masih hati-hati dalam mengeluarkan dananya akan membuat konsumen selektif mengeluarkan uangnya. Namun, tuntutan untuk memiliki tempat tinggal tetap tinggi, apalagi untuk segmen milenial. 

“Perilaku pasar ini pun disadari oleh developer dengan meluncurkan proyek apartemen dengan harga terjangkau di Rp300 jutaan di Jakarta sehingga konsumen pun akan dimanjakan dengan tawaran harga dan promosi pembayaran yang memudahkan. Kami optimis pada 2021 proyek seperti ini menjadi investasi primadona,” tegasnya.

Menurut Raditya, segmen milenial ini selalu memiliki literatur dalam memilih huniannya, dengan memanfaatkan platform digital untuk mengetahui produk yang akan dibelinya.

“Pengalaman kami, melalui proyek apartemen Citra Landmark, kebanyakan milenial yang melakukan pembelian mengetahui produk kami melalui platform digital, seperti sosial media, website produk, dan lainnya.”

Citra Landmark, kata Raditya, merupakan produk apartemen teranyar Ciputra Group yang berlokasi di Jakarta Timur. Proyek apartemen ini berkelas dunia dengan harga yang terjangkau ditawarkan dengan harga mulai dari Rp300 jutaan per unit.

Begitu menariknya proyek ini, tuturnya, sehingga membuat banyak bank bekerja sama untuk pembiayaan fasilitas kredit pemilikan apartemen (KPA), di antaranya Bank BCA, Bank Mandiri, dan Bank CIMB Niaga.

Dan di sisi pemasarannya, Citra Landmark didukung sejumlah agen properti andal, seperti Century21 Indonesia, Era Real Estate, RayWhite, dan Promex.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

apartemen ciputra group
Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top