Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Layanan Antar Frozen Food Diramal Jadi Bisnis Masa Depan

Industri rantai pendingin meramalkan ke depan bakal ramai dengan bisnis khusus layanan pengiriman makanan beku atau frozen food seiring dengan permintaan yang meningkat selama pandemi Covid-19 ini.
Ipak Ayu H Nurcaya
Ipak Ayu H Nurcaya - Bisnis.com 18 Desember 2020  |  17:15 WIB
Cool Box, salah satu produk utama Harmony Pilar Sentosa. Pabrikan ini berdiri sejak 2015.  - TANAGA
Cool Box, salah satu produk utama Harmony Pilar Sentosa. Pabrikan ini berdiri sejak 2015. - TANAGA

Bisnis.com, JAKARTA — Industri rantai pendingin meramalkan ke depan bakal ramai dengan bisnis khusus layanan pengiriman makanan beku atau frozen food seiring dengan permintaan yang meningkat selama pandemi Covid-19 ini.

Ketua Umum Asosiasi Rantai Pendingin Indonesia (ARPI) Hasanuddin Yasni mengatakan saat ini rantai pasok industri tengah mengalami kendalam dalam supply chain. Utamanya karena pemasok frozen food yang selama ini memiliki pangsa pasar restoran dan sejenisnya banyak yang tutup.

Sementara pandemi mengubah kondisi tersebut menjadi penjualan secara eceran kepada masyarakat yang umumnya transaksi melalui pemesanan daring sehingga membutuhkan layanan pengataran.

"Sekarang yang sering dipakai layanan pengantaran dari ojek online, padahal mereka belum memiliki fasilitas cooler box sehingga kualitas yang diberikan sama dengan pengiriman dry food," katanya kepada Bisnis, Jumat (18/12/2020).

Yasni menyebut sebenarnya industri rantai pendingin sudah ada yang memiliki layanan tersebut derupa kendaraan baik roda dua, tiga, hingga empat berikut fasilitas cooler box. Namun, akibat pandemi mereka ikut terdampak apalagi order menurun dan pembayaran banyak yang tertunda.

Sisi lain, ada juga peluang bantuan yang diberikan Jepang baik untuk keuangan maupun prinsipal yang membuat kotak pendingin lengkap dengan armada kendaraanya. Lagi-lagi, pandemi yang meruntuhkan kemampuan ekonomi pengusaha kini hanya bisa yang sedikit menambah investasi baru baik untuk sewa atau beli baru.

"Jadi secara industri ada penurunan 40 persen sedangkan demand terhadap frozen food terus meningkat. Untuk itu saya pikir akan muncul istilah bisnis servis provider khusus frozen food ke depan," ujarnya.

Menurut Yasni, untuk membuka layanan tersebut tidak membutuhkan modal yang besar. Dia mencontohnya, misalnya untuk penyediaan kendaraan paling membutuhkan Rp20 juta dan kotak pendingin sekitar Rp20-30 juta. Skemanya pun bisa saring untuk satu badan usaha.

ARPI saat ini juga telah memiliki desain rancang bangun yang sedang diselesaikan untuk armada pengantaran barang beku ini. Menurut Yasni, prototipe itu seperti sepeda pos yang memiliki dua kantong untuk kotak pendingin di sisi kanan dan kirinya dengan kemampuan menahan dingin 30 jam sebagai standar.

"Jika bisnis ini ramai ke depan maka biaya logistik dapat ditekan apalagi kalau outlet-outletnya sudah banyak untuk memfasilitasi pengisian ulang listrik," kata Yasni.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Makanan Beku cold storage
Editor : Fatkhul Maskur

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top