Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Ini Klausul Brexit Paling Bermasalah Versi Kanselir Jerman

Batu sandungan utama dalam negosiasi di Brussel adalah permintaan UE untuk "klausul evolusi" seperti yang dijelaskan oleh Downing Street, kantor pemerintahan Johnson.
Kanselir Jerman Angela Merkel./Reuters
Kanselir Jerman Angela Merkel./Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Kanselir Jerman Angela Merkel mengatakan pihaknya bersiap untuk menghadapi kondisi yang tidak bisa diterima terkait perundingan Brexit.

Berbicara sebelum pertemuan Perdana Menteri Inggris Boris Johnson dan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen di Brussel kemarin, Merkel mengatakan peluang kesepakatan masih ada, demikian juga sebaliknya.

"Jadi jika ada kondisi yang datang dari pihak Inggris yang tidak dapat kami terima, maka kami akan berjalan dengan cara kami sendiri tanpa kesepakatan. Karena satu hal yang pasti, integritas pasar tunggal harus dijaga," katanya dilansir The Guardian, Kamis (10/12/2020).

Merkel mengatakan batu sandungan utama dalam negosiasi di Brussel adalah permintaan UE untuk "klausul evolusi" seperti yang dijelaskan oleh Downing Street, kantor pemerintahan Johnson.

Klausul itu membentuk mekanisme untuk memastikan bahwa ketika satu pihak menaikkan standar lingkungan, tenaga kerja dan sosial, pihak lain harus melakukan hal yang sama sehingga tidak ada celah untuk menikmati keunggulan kompetitif tanpa konsekuensi.

Ada kesepakatan tentang klausul nonregresi, yang akan memastikan bahwa tidak ada pihak yang dapat melemahkan standar dasar umum setelah masa transisi berakhir pada 31 Desember.

Namun, Brussel ingin mengaturnya lebih jauh. Misalnya, saat UE menaikkan standar tenaga kerja atau lingkungan, harus bisa dipastikan bahwa sektor bisnis Benua Biru tidak dirugikan secara ekonomi jika Inggris gagal atau lambat dalam meningkatkan peraturannya sendiri.

Seiring berjalannya waktu, standar minimum yang dilindungi oleh nonregresi pasti akan menjadi usang. Logikanya, peraturan akan perlu ditingkatkan dan harus memungkinkan bagi kedua belah pihak untuk mengusulkan revisi ketika saatnya tiba.

Jika satu pihak berlarut-larut dalam menyetujui peningkatan peraturan, UE ingin jalan lain untuk mengajukan keberatan. Harus ada forum diskusi dan sistem penyelesaian sengketa, salah satunya melalui arbitrase independen.

Namun, Downing Street khawatir ini akan berarti penyelarasan standar melalui pintu belakang dan akan menarik mundur batas-batas pembuatan kebijakan di Inggris.

"Kami tidak hanya membutuhkan lapangan bermain yang setara untuk hari ini tetapi juga untuk hari-hari mendatang. Untuk ini kami perlu menemukan kesepakatan tentang bagaimana masing-masing pihak dapat bereaksi ketika pihak lain mengubah situasi hukum mereka. Jika tidak, akan ada kondisi persaingan tidak sehat," jelasnya.

Dia melanjutkan, hal ini adalah masalah besar dan sulit yang masih dibahas, di samping pertanyaan tentang kuota penangkapan ikan dan hal-hal serupa.

Leo Varadkar, Wakil Perdana Menteri Irlandia meyakini bahwa Johnson akan membuka pintu untuk negosiasi meski peluangnya 50:50. Namun, Johnson menurutnya akan sangat bersikeras tentang kedaulatan dan standar minimum yang sama.

"Dan di situlah saya pikir, di mana persoalan kedaulatan masuk, dan itu akan menjadi lingkaran yang sulit untuk dibentuk," ujarnya.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Reni Lestari
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper