Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Detik-Detik Terakhir Transisi Brexit, Inggris dan Uni Eropa Siap Tanpa Kesepakatan

Di sisi UE, negara-negara anggota bersiap untuk tidak ada kesepakatan. Sementara pejabat Inggris mendorong pemimpin perusahaan untuk bersiap-siap menghadapi perubahan pada proses perbatasan, bahkan jika kesepakatan perdagangan dicapai.
Aksi protes anti-Brexit menggelar unjuk rasa di luar Gedung Parlemen di London, Inggris (30/1/2020). Reuters
Aksi protes anti-Brexit menggelar unjuk rasa di luar Gedung Parlemen di London, Inggris (30/1/2020). Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Perdana Menteri Inggris Boris Johnson dan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen bertemu dalam suasana canggung, Rabu (9/12/2020) malam di Brussel.

Dilansir Bloomberg, Kamis (10/12/2020), pembicaraan Brexit yang diiringi makan malam dan diakhiri foto bersama itu, dimaksudkan agar kedua pemimpin dapat memecah kebuntuan setelah delapan bulan negosiasi yang hampir jalan di tempat.

Sementara tenggat masa transisi Inggris keluar dari Uni Eropa (UE) semakin dekat, negosiasi terkait hak menangkap ikan, tata kelola kesepakatan, dan aturan persaingan sehat untuk bisnis, masih alot.

Di sisi UE, negara-negara anggota bersiap untuk tidak ada kesepakatan. Sementara pejabat Inggris mendorong pemimpin perusahaan untuk bersiap-siap menghadapi perubahan pada proses perbatasan, bahkan jika kesepakatan perdagangan dicapai.

"Tidak ada indikasi bahwa keajaiban yang diperlukan untuk mendapatkan kesepakatan Brexit sedang dalam proses," kata seorang diplomat UE kepada wartawan di Brussel.

Bahkan jika makan malam itu berjalan dengan baik, yang paling dapat terjadi adalah tim negosiasi dikirim kembali untuk bekerja. Dia menambahkan bahwa akan terlalu cepat bagi para pemimpin UE untuk memberikan persetujuan.

Menurut Perdana Menteri Irlansi Micheal Martin, kemungkinan kesepakatan tidak lebih dari 50-50.

"Pembicaraan makan malam antara Johnson dan von der Leyen kini menjadi misi penyelamatan. Kami berada di jurang tanpa kesepakatan," katanya.

Sementara itu, saat bertolak ke Brussel, Johnson mengatakan di akun Twitter-nya bahwa masih banyak yang harus dilakukan dan timnya percaya makan malam itu menawarkan kesempatan terbaik untuk maju. Kedua kepala negosiator, Michel Barnier dari UE dan David Frost dari Inggris, juga hadir dan dapat memulai kembali pembicaraan formal dalam beberapa hari mendatang jika ada kemungkinan kesepakatan.

"Banyak hal yang masih harus dilakukan. Namun terlepas dari kami setuju pengaturan perdagangan yang mirip dengan Australia atau Kanada, Inggris Raya akan makmur sebagai negara merdeka," katanya di twitter.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Penulis : Reni Lestari
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper