Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Inggris Sebut Perundingan Brexit Berada di 'Titik yang Sangat Sulit'

Atmosfer perundingan Brexit memburuk pada Kamis (3/12/2020) setelah pejabat Inggris menuduh Uni Eropa mengajukan tuntutan baru pada saat-saat terakhir.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 04 Desember 2020  |  20:34 WIB
Inggris Sebut Perundingan Brexit Berada di 'Titik yang Sangat Sulit'
Aksi protes anti-Brexit menggelar unjuk rasa di luar Gedung Parlemen di London, Inggris (30/1 - 2020). Reuters
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Inggris memperingatkan bahwa negosiasi kesepakatan perdagangan Brexit tengah berada pada titik yang sangat sulit pada titik "sangat sulit" di saat pembicaraan dengan Uni Eropa berlanjut.

Dilansir Bloomberg, atmosfer perundingan Brexit memburuk pada Kamis (3/12/2020) setelah pejabat Inggris menuduh Uni Eropa mengajukan tuntutan baru pada saat-saat terakhir.

"Kami berada pada titik yang sangat sulit dalam pembicaraan. Waktu [kami] sangat sempit," kata pjs. wakil juru bicara Perdana Menteri Inggris Boris Johnson, Shaun Jepson.

Poundsterling berfluktuasi sebelum naik 0,2 persen ke level US$1,3474. Mata uang Inggris tersebut telah digerogoti oleh berita utama seputar Brexit minggu ini karena tenggat waktu 31 Desember semakin dekat.

Pembicaraan perdagangan telah mencapai klimaks dalam beberapa hari terakhir. Negosiator kedua belah pihak bekerja sepanjang waktu dan berharap adanya terobosan dalam waktu dekat. Pembicaraan dihentikan pada pukul Kamis pukul 11 malam dan akan dilanjutkan kembali pada Jumat pagi.

Jepson menolak memberikan rincian alasan mengapa pembicaraan sekarang sedang dalam proses. Dia mengatakan kesepakatan Brexit apa pun harus menghormati prinsip-prinsip utama kedaulatan Inggris dan mendapatkan kembali kendali atas hukum dan perbatasannya.

“Tim negosiasi kami bekerja sangat keras untuk menjembatani perbedaan yang masih ada,” kata Jepson.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

uni eropa inggris Brexit
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top