Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Melunak, Inggris dan Uni Eropa Sepakat Lanjutkan Negosiasi Brexit

Inggris dan Uni Eropa sepakat melanjutkan perundingan kesepakatan dagang pasca-Brexit, di tengah kejaran tenggat waktu.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 27 November 2020  |  22:28 WIB
Aksi protes anti-Brexit menggelar unjuk rasa di luar Gedung Parlemen di London, Inggris (30/1 - 2020). Reuters
Aksi protes anti-Brexit menggelar unjuk rasa di luar Gedung Parlemen di London, Inggris (30/1 - 2020). Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Pejabat Inggris dan Uni Eropa sepakat untuk melanjutkan negosiasi perdagangan pasca-Brexit akhir pekan ini.

Seperti dilansir dari Bloomberg, Jumat (27/11/2020), kesepakatan ini menjadi kabar baik terkait hubungan Inggris dan Uni Eropa, yag berpotensi makin memburuk lantaran sulitnya kedua negara bertemu dan menyepakati kerja sama perdagangan. Perwakilan kedua negara dijadwalkan bertemu pada Sabtu 28 Noveber 2020 waktu setempat. 

“Ada perbedaan substansial dan penting yang harus dijembatani kedua wilayah," kata Perdana Menteri Inggris Boris Johnson.

Adapun, pernyataan yang hampir serupa digaungkan oleh kepala negosiator Uni Eropa Michel Barnier beberapa waktu lalu.

Seperti diketahui, memburuknya hubungan Inggris dan Uni Eropa membuat nilai tukar pound sterling terhadap euro terus melemah dalam sepekan terakhir.

Namun demikian, indikasi masih panasnya tensi pembicaraan antara Inggris dan Uni Eropa masih terlihat.

Sumber Bloomberg mengatakan, masing-masing pihak menyebutkan bahwa tanggung jawab berada di pihak lain untuk membuat langkah yang menentukan jika kesepakatan ingin dicapai.

Inggris dan Uni Eropa sejatinya sedang ditekan oleh tenggat waktu perundingan dagang antarkedua wilayah. Jika kesepakatan tidak tercapai, jutaan konsumen dan bisnis di wilayah tersebut akan menghadapi gangguan dalam proses dagang termasuk biaya tambahan mulai 31 Desember 2020.

"Semua orang bekerja sangat keras - tetapi, jelas, masih ada perbedaan substansial dan penting yang harus dijembatani. Kemungkinan kesepakatan sangat ditentukan oleh teman dan mitra kami di UE. Ada kesepakatan yang harus diselesaikan jika mereka mau," kata Johnson.

Pertarungan di menit-menit terakhir tidak selalu berarti kedua belah pihak akan gagal mencapai kesepakatan. Selama hampir empat tahun negosiasi, baik UE dan Inggris telah berulang kali membicarakan prospek kesepakatan apa pun sebagai taktik untuk saling menekan.

Sementara itu, dalam pertemuan pribadi pada hari Jumat, Barnier mengatakan kepada para diplomat dari 27 negara anggota blok itu bahwa dia tidak terlalu optimis untuk mendapatkan kesepakatan.

Namun Bernier mengaku akan terus mencoba selama beberapa hari lagi untuk berunding dengan Inggris.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

uni eropa inggris Brexit

Sumber : Bloomberg

Editor : Yustinus Andri DP
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top