Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Harga Minyak Mentah Indonesia Tembus US$40 Per Barel, Ini Pemicunya

Peningkatan harga minyak mentah Indonesia disebabkan membaiknya kondisi permintaan minyak di kawasan Asia Pasifik.
Muhammad Ridwan
Muhammad Ridwan - Bisnis.com 10 Desember 2020  |  20:19 WIB
Harga minyak naik - Ilustrasi
Harga minyak naik - Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA — Rata-rata harga minyak mentah Indonesia pada November 2020 naik sebesar US$2,6 per barel dari US$38,07 per barel menjadi US$40,67 per barel.

Adapun, penetapan harga Indonesia crude price (ICP) itu tercantum dalam Kepmen ESDM Nomor 239 K/13/MEM/2020. Sementara itu, ICP SLC bulan November 2020 juga mengalami peningkatan sebesar US$3,16 per barel dari US$39,64 per barel menjadi US$ 42,80 per barel.

Tim Harga Minyak Indonesia memaparkan bahwa peningkatan harga minyak mentah Indonesia disebabkan membaiknya kondisi permintaan minyak di kawasan Asia Pasifik.

Selain itu, perkembangan harga rata-rata minyak mentah utama di pasar internasional pada November 2020 dibandingkan dengan Oktober 2020 mengalami kenaikan yang disebabkan oleh beberapa faktor yaitu hasil pemilihan Presiden Amerika Serikat yang berdampak pada sentimen positif bagi para investor.

Di samping itu, berdasarkan laporan EIA, penurunan stok distillate di Amerika Serikat selama November 2020 yaitu menjadi 142,6 juta barel dibandingkan dengan periode yang sama di bulan sebelumnya sebesar 156,2 juta barel dan merupakan stok terendah sejak April 2020.

Peningkatan harga minyak mentah di pasar internasional juga dipengaruhi laporan OPEC November 2020 yakni proyeksi suplai minyak mentah dari negara-negara non-OPEC lebih rendah dari perkiraan bulan sebelumnya, untuk kuartal III turun 0,05 juta barel per hari, Kuartal IV turun 0,17 juta barel per hari dan untuk 2020 turun 0,06 juta barel per hari.

Lebih lanjut, tren kenaikan margin kilang pada hampir seluruh kilang di Dunia, terutama untuk kilang di wilayah Eropa, Asia dan Amerika dan proyeksi pertumbuhan ekonomi untuk 2020 di Amerika, Brasil, dan negara-negara kawasan Eropa lebih tinggi dibandingkan proyeksi pada publikasi sebelumnya.

Tim Harga Minyak Indonesia menambahkan bahwa faktor lainnya adalah pelaku pasar berkeyakinan bahwa negara-negara OPEC akan kooperatif dalam melakukan pemotongan produksi. Pertemuan OPEC pada 30 November 2020--1 Desember 2020 diyakini bahwa pemotongan produksi akan dilanjutkan.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Harga Minyak icp
Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top