Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kejar Target, Sri Mulyani Yakin Anggaran Bansos Terserap 100 Persen

Sri Mulyani menyatakan bahwa program perlindungan sosial dalam program PEN tersebut ampuh menahan laju kemiskinan akibat dampak dari pandemi Covid-19.
Maria Elena
Maria Elena - Bisnis.com 30 November 2020  |  17:10 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani memberikan sambutan saat peluncuran progam penjaminan pemerintah kepada padat karya dalam rangka percepatan pemulihan ekonomi nasional di Jakarta, Rabu (29/7 - 2020). Bisnis
Menteri Keuangan Sri Mulyani memberikan sambutan saat peluncuran progam penjaminan pemerintah kepada padat karya dalam rangka percepatan pemulihan ekonomi nasional di Jakarta, Rabu (29/7 - 2020). Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah melalui Kementerian Keuangan optimistis anggaran untuk perlindungan sosial dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) akan terserap 100 persen pada akhir 2020.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan anggaran perlindugan sosial pada proram PEN yang telah terealisasi adalah sebesar Rp207,8 triliun atau sebesar 88,9 persen dari total Rp234,33 triliun.

"Sampai dengan Desember 100 persen bisa terealisir karena masyarakat yang membutuhkan masih akan mendapat bantuan dari pemerintah, seperti dalam bentuk PKH, kartu sembako, BLT, dana desa, Kartu Prakerja, diskon listrik, bantuan beras, subsidi gaji, dan kuota internet," katanya dalam konferensi pers virtual, Senin (30/11/2020).

Untuk tahun depan, kata Sri Mulyani, pemerintah akan tetap menjalankan program perlindungan sosial. Program ini akan tetap menjadi bantalan sosial dikarenakan proses vaksinasi masih membutuhkan waktu.

"Ini diharapkan bisa membantu masyarakat kita dari dampak pandemi Covid-19 dengan adanya bantuan pemerintah," jelasnya.

Sri Mulyani sebelumnya menyatakan bahwa program perlindungan sosial dalam program PEN tersebut ampuh menahan laju kemiskinan akibat dampak dari pandemi Covid-19. Tingkat kemiskinan pun berhasil ditekan di bawah angka 10.

Menurutnya, tingkat kemiskinan di Indonesia akibat Covid-19 seharusnya mencapai 10,96 persen. Namun, angka ini hanya sebesar 9,69 persen.

"Ini lebih rendah 1,5 persen. Itu suatu angka yang cukup signifikan," jelasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sri mulyani bantuan sosial
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top