Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Banyak Proyek Tol Inisiasi Badan Usaha, Ini Tanggapan ATI

ATI mengingatkan jika pemerintah mau menawarkan proyek jalan tol inisiasi kepada pihak lain, sebaiknya lebih pada penjabaran dari rencana induk, bukan usulan baru dari para pemrakarsa proyek
Arif Gunawan
Arif Gunawan - Bisnis.com 24 November 2020  |  17:11 WIB
Ilustrasi: Jembatan bentang panjang di jalan tol Cipularang, Jawa Barat. - Jasa Marga
Ilustrasi: Jembatan bentang panjang di jalan tol Cipularang, Jawa Barat. - Jasa Marga

Bisnis.com, JAKARTA – Asosiasi Jalan Tol Indonesia (ATI) menanggapi banyaknya proyek jalan tol yang akan dibangun dengan kategori inisiatif dari badan usaha atau unsolicited project.

Sekjen ATI Krist Ade Sudiyono berpandangan dalam tahapan perencanaan proyek, meski dimungkinkan adanya inisiator atau pemrakarsa proyek oleh badan usaha atau unsolicited, seyognyanya kementerian terkait memiliki masterplan yang terintegrasi dan tersusun secara detail.

"Sekiranya pemerintah mau menawarkan proyek inisiasi kepada pihak lain, lebih pada penjabaran dari rencana induk tersebut, bukan semata-mata usulan baru dari para pemrakarsa proyek," ujarnya kepada Bisnis pada Selasa (24/11/2020).

Krist menyebutkan hal ini dimaksudkan untuk menghindari terjadinya moral hazard atas kemungkinan munculnya petualang proyek di publik.

Tahapan perencanaan proyek termasuk proyek jalan tol, semestinya bukan hanya yang terkait dengan perencanaan teknikal (basic design, detail engineering design, amdal, dll), tetapi juga perencanaan model bisnis yang akan digunakan dan kelayakannya.

Sekiranya ada rencana bisnis yang akan diperjanjikan, ungkapnya, seyogyanya sudah mengakomodasi adanya distribusi risiko, insentif fiskal maupun moneter, misalnya adanya tax holiday, masa manfaat loss carried forward tax, model amortisasi asset konsesi, selain hal-hal deskriptif dan normatif lainnya.

"Proses evaluasi atas Proyek Strategis Nasional [PSN] bukan semata mata atas kelayakan ekonomi dan finansial, seyogyanya atas nilai publik yang didapatkan masyarakat. Dengan demikian, tahapan konsultasi publik di awal juga harus dilakukan baik untuk solicited maupun unsolicited project," ujarnya.

Sebelumnya delapan proyek pembangunan jalan tol dengan total panjang 284,63 kilometer masuk dalam tahap persiapan lelang di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Berdasarkan data dari laman resmi Badan Pengatur Jalan Tol Kementerian PUPR, delapan proyek itu memiliki nilai investasi Rp127,26 triliun.

Pemrakarsa dari proyek jalan tol tersebut terpantau banyak berasal dari kalangan swasta dan seluruh proyeknya berlokasi di Pulau Jawa.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

infrastruktur jalan tol
Editor : M. Syahran W. Lubis

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top