Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Tekan Biaya Produksi, Pakan Mandiri Didorong

KKP terus mendorong pembudidaya untuk memproduksi pakan mandiri dengan memberikan stimulus bantuan berupa mesin pakan dan bahan baku pakan.
Desyinta Nuraini
Desyinta Nuraini - Bisnis.com 21 November 2020  |  13:14 WIB
Ilustrasi - Aktivitas pembudidaya udang. ANTARA - HO/KKP
Ilustrasi - Aktivitas pembudidaya udang. ANTARA - HO/KKP

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus menggalakkan Program Gerakan Pakan Mandiri (Gerpari). Terbukti dengan penggunaan pakan mandiri, mampu menekan biaya produksi budidaya minimal 30 persen.

Direktur Pakan dan Obat Ikan KKP, Mimid Abdul Hamid mengatakan beberapa produk yang sudah dihasilkan oleh kelompok-kelompok pakan mandiri, harganya bisa lebih rendah, yakni Rp1.000 per kilogram (kg) atau sampai Rp3.000 ribu per kg dibandingkan dengan pakan komersial atau pabrikan.

"Misalnya pakan patin dengan protein 25 persen dihargai sekitar Rp5.500 sampai Rp6.000 per kg. Protein 28-30 persen, harganya bisa Rp6.000 sampai Rp7.000 per kg," ujarnya dikutip dari siaran pers, Sabtu (21/11/2020).

Selain itu, pakan mandiri untuk ikan air laut juga sudah dapat diproduksi oleh Balai Besar Perikanan Budidaya Laut (BBPBL) Lampung. “Misalnya untuk pakan bawal bintang dengan kandungan protein 40 persen bisa diproduksi dengan harga Rp12.000 per kg dan pakan mandiri untuk kakap putih bisa diproduksi dengan harga sekitar Rp13.000 per kg," beber Mimid.

Oleh karena itu, KKP terus mendorong pembudidaya untuk memproduksi pakan mandiri dengan memberikan stimulus bantuan berupa mesin pakan dan bahan baku pakan.

Dalam rangka program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Tahun 2020, KKP membantu kelompok pakan mandiri dengan bantuan bahan baku sekitar 33 paket yang akan mencakup sekitar 24 kabupaten/kota. Kemudian untuk mendukung keberlanjutan usaha, sebanyak 77 paket mesin pakan yang akan mencakup sekitar 56 kabupaten/kota juga disalurkan.

Sementara itu, Mimid mengimbau kelompok pakan mandiri mendaftarkan pakannya agar teregistrasi sehingga bisa didistribusikan secara nasional karena telah memenuhi standar.

"Kelompok bisa mendaftarkan atau melakukan sertifikasi Cara Pembuatan Pakan Ikan yang Baik atau CPPIB untuk terus menjaga kualitas," pungkasnya.

Ketu Asosiasi Pakan Mandiri Nasional (APMN) Kabupaten OKU Timur, Purwanto, membeberkan pokdakan mitra mandiri saat ini telah mampu memproduksi pakan mandiri ikan patin skala medium 1,2-1,6 ton per hari.

“Pakan mandiri yang kami produksi mampu mempercepat masa panen, memangkas biaya produksi budidaya, kualitas daging ikan patin lebih baik dan minim dampak pencemaran air," sebut Purwanto.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kkp pakan ikan
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top