Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ekonom UI: Indonesia Berada di Jalur Tepat. Ekonomi Pulih di 2021

Perekonomian Indonesia sudah lumayan solid dan adaptif terhadap Covid-19. optimisme itu juga dapat didukung dengan upaya pemerintah meningkatkan investasi dan penciptaan lapangan kerja baru yang luas, dengan mempermudah dan menyederhanakan birokrasi dan regulasi perizinan.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 20 November 2020  |  08:16 WIB
Pemandangan gedung bertingkat di Jakarta. Bisnis - Arief Hermawan P
Pemandangan gedung bertingkat di Jakarta. Bisnis - Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA - Perekonomian Indonesia pada 2021 akan bergerak positif mengingat saat ini Tanah Air berada pada jalur yang tepat dalam menangani resesi akibat dampak pandemi Covid-19.

Ekonom Universitas Indonesia (UI) Fithra Faisal Hastiadi mengatakan optimisme itu juga dapat didukung dengan upaya pemerintah meningkatkan investasi dan penciptaan lapangan kerja baru yang luas, dengan mempermudah dan menyederhanakan birokrasi dan regulasi perizinan usaha, melalui UU Cipta Kerja.

"Optimisme itu semakin kuat jika melihat perekonomian kita saat ini sudah beradaptasi dengan kondisi pandemi. Perekonomian kita sudah lumayan solid dan adaptif terhadap Covid,” kata Fithra, Jumat (20/11/2020).

Terlebih lagi saat ini beberapa negara sudah mengalami pemulihan perekonomian setelah beberapa bulan terdampak Covid-19. Salah satunya Jepang yang pertumbuhan ekonominya saat ini sudah positif.

Turning point [di beberapa negara] itu terjadi karena, jika dibandingkan resesi 2008 yang ekonominya sudah overheating, sekarang, ekonominya bukan overheating. Tetapi itu ditunjang oleh external shock,” ujar Fithra.

Oleh karena itu, kebijakan pemerintah yang tepat dalam merespons resesi akibat wabah ini menjadi faktor penting dalam kebangkitan dari resesi. Indonesia sudah berada di jalur yang benar dalam proses pemulihan ekonomi.

“Ini adalah homogenous shock, tekanannya homogen. Semua negara terkena tekanan yang sama. Tapi yang bisa membedakan adalah heterogeneous domestic policy. Pemulihan resesi ini sangat ditentukan oleh apa yang kita lakukan di dalam negeri. Kita berada di jalur yang benar,” kata Juru Bicara Kementerian Perdagangan tersebut.

Kondisi resesi yang disebabkan oleh tekanan eksternal niscaya kembali pada titik kelembamannya dan lalu bangkit ke tingkat equilibrium, ke angka rata-rata pertumbuhan ekonomi. Itu yang membuat beberapa pihak optimis outlook pertumbuhan ekonomi Indonesia 2021.

“IMF forecast-nya 6 persen untuk Indonesia. Juga, Fitch penerawangannya 6,6 persen pada 2021. Ini yang saya tangkap baseline kita di tahun 2021 itu 7,5 persen. Moderatnya 4,3 persen dan paling rendah 3,4 persen,” ujar Direktur lembaga Next Policy tersebut.

Melihat itu, Fithra optimis target pemerintah terhadap pertumbuhan ekonomi 2021 pada presentase 4,5-5 persen akan tercapai.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perekonomian indonesia pertumbuhan ekonomi indonesia Covid-19

Sumber : Antara

Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top