Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Utilisasi Belum Stabil, Aptrindo: Pembatasan Truk Tak Ada Urgensi

Aptrindo Jateng dan DIY mengaku utilisasi truk belum stabil dan menilai kebijakan pembatasan angkutan barang tidak ada urgensinya.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 19 November 2020  |  18:42 WIB
Truk sarat muatan atau over dimension over load (ODOL) melintas di jalan Tol Jagorawi, Jakarta, Selasa (14/4/2020). Bisnis - Himawan L Nugraha
Truk sarat muatan atau over dimension over load (ODOL) melintas di jalan Tol Jagorawi, Jakarta, Selasa (14/4/2020). Bisnis - Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA - Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta menganggap rencana pemerintah membatasi operasional truk 3 sumbu ke atas dalam rangka hari libur nasional bertepatan dengan perayaan Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 tidak ada urgensinya sama sekali.

Wakil Ketua Aptrindo Jateng dan DIY Bambang Widjanarko menyampaikan sejak Maret 2020 saja utilisasi truk-truk anggota Aptrindo Jateng dan DIY masih belum stabil dan sering di bawah 50 persen dari keseluruhan unit yang ada imbas dari masih lesunya dunia usaha. Namun lanjutnya sekarang malah mau dibatasi lagi dengan jumlahnya yang boleh beroperasi.

Menurutnya dengan jumlah truk yang ada sekarang saja, pemerintah terkesan sudah kewalahan menyediakan sarana dan prasarana jalannya, apalagi jika penindakan terhadap over dimension overload (ODOL) nantinya dilakukan secara rigid benar. Secara otomatis akan ada penambahan minimal 2 kali jumlah truk yang ada.

Alhasil lama-lama akan ada pembatasan operasional ganjil-genap untuk truk di seluruh jalan nasional. “Pemerintah ini maunya bagaimana? Kok seolah-olah tidak punya sense of crisis," katanya, Kamis (19/11/2020).

Bambang berpendapat pembatasan operasional pada hampir seluruh hari libur nasional memang seolah telah menjadi pilihan yang semakin kerap dilakukan oleh Kementerian Perhubungan dalam beberapa tahun terakhir.

Bambang menambahkan semestinya pemerintah mengimbau agar dalam masa pandemi ini masyarakat menunda bepergian atau berlibur dulu dan sementara mendahulukan kinerja sektor logistik dulu agar bisa menyelamatkan banyak pengusaha angkutan barang dari kebangkrutan massal.

Bukan malah sebaliknya, lanjutnya, yakni membuka pintu lebar-lebar bagi yang akan berlibur dan berpotensi menambah jumlah terinfeksi Covid-19, di sisi lain menahan distribusi barang yang sama sekali tidak berisiko menambah jumlah penularan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

logistik truk Aptrindo
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top